RADAR JOGJA – Para petani di Tirtomartani, Kalasan, Sleman gregetan dan geram dengan ulah pembuang sampah di sepanjang Selokan Mataram. Karena itu, mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga sungai.
Para petani diwilayah tersebut juga memberlakukan aturan tegas. Serta sayembara berhadiah Rp 500 ribu, bagi siapapun yang bisa menangkap pembuang sampah di Selokan Mataram. Jumat (21/2) lalu, mereka juga menggelar aksi gotong royong bersih-bersih Selokan Mataram. Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai. Terkhusus, Selokan Mataram yang mengaliri lahan pertanian di desanya.
Sebab, kehadiran sampah sungai sangat menganggu produktivitas pertanian di wilayah itu. Karena menyumbat saluran irigasi serta mencemari tanaman padi.”Pembuang sampah ke Selokan Mataram adalah musuh bersama,’’ tegasnya.
Komitmen untuk menjaga aliran sungai dari sampah juga akan dituangkan dalam bentuk peraturan desa. Kalau ada yang membuang sampah sembarangan, pihaknya akan melaporkannya ke pihak kepolisian.
Kepala UPT Selokan Mataram Wilayah Timur Sriyana mengakui, aliran Selokan Mataram memang masih banyak titik-titik penumpukan sampah. Dia menyebut, sampah yang menyumbat irigasi pertanian Kalasan itu berasal dari wilayah Gejayan. “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan para petani. Kebersihan sungai memang harus terus dijaga,” ujaranya.

Camat Kalasan Siti Anggraeni juga turut mendukung komitmen dan ketegasan yang dilakukan oleh para petani terhadap pembuang sampah sembarangan. Meskipun demikian, dia menghimbau agar masyarakat tetap bijak dalam menjalankan aturan yang telah dibuat. “Seumpama ada yang tertangkap, harus diadili secara bijak. Jangan main hakim sendiri,” pesannya. (inu/din/by)

Sleman