RADAR JOGJA – Dua dari empat pelaku penganiayaan terhadap Gideon Her Krigantanto di Kalibawang, Kulonprogo  pada Minggu (9/2) lalu ditangkap jajaran Polda DIJ. Mereka adalah Santang Yulianto,37 dan Andri Nurhidayat,26. Keduanya merupakan warga Minggir, Sleman. Dua pelaku lainnya, berinisial B dan K masih dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto mengatakan, tersangka Santang Yulianto dengan diantar orang tuanya resmi menyerahkan diri ke Polda DIJ pada 13 Februari lalu. Yuli menyatakan, Santang Yulianto juga ikut terlibat dalam kasus penganiayaan yang terjadi pada dua lokasi di Nanggulan, Kulonprogo pada Sabtu (½) lalu.”Mereka melakukan tindak kejahatan merampas kemerdekaan orang lain dan penganiayaan secara bersama-sama,” ujarnya Jumat (14/2).

Adapun kejahatan yang dilakukan Santang Yulianto merampas kemerdekaan orang lain dengan cara menyekap dan menganiaya korban. Dari hasil penyelidikan, Santang terbukti melakban mata dan menembak telinga kiri korban dengan menggunakan senapan ikan atau paser. “Pelaku diketahui merupakan otak penyekapan dan penganiayaan,” ujar mantan Kapolres Sleman ini.

Direktur Ditreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan Andri Nurhidayat ditangkap pada Minggu (9/2) usai melakukan penganiayanaan. Pelaku ditembak kaki kanannya karena melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Untuk dua pelaku ini diberatkan pasal berlapis yakni 333 dan 170. Dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.

Diterangkan Burkan, untuk pelaku Santang diketahui memang cukup meresahkan masyarakat. Khususunya di tempat tinggalnya di Minggir, Sleman. Pelaku diketahui sering memalak warung dan berbuat onar ketika mabuk.

Burkan meminta kepada warga yang merasa dirugikan Santang dan pelaku lain untuk untuk segera melapor.(inu/din)

Sleman