RADAR JOGJA – Dalam rangka membantu petani di wilayah Prambanan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman membuat 12 embung di 2020 ini. Wilayah Prambanan yang memiliki karakteristik kedap air, diharapkan keberadaan embung bisa menampung air hujan dan digunakan untuk pertanian maupun peternakan.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono tidak menyebutkan 12 titik embung yang akan di bangung. Namun pembangunan akan dilakukan menyeluruh di wilayah Prambanan. Heru mengaku, pihaknya sudah membangun embung Abhayagiri Sambirejo, Prambanan, Sleman yang bisa menampung 700 kubik air.

Embung yang skalanya rumah tangga, masih menunggu kelompok tani untuk menentukan lokasi pembangunan embung. Masih menunggu ketersediaan lahan, elevasi, sehingga tergantung dari petani. “Jika sudah oke, baru diluncurkan bantuannya berupa upah kerja untuk satu embung cluwek Rp 6 juta,” ungkap Heru kemarin (27/1).

Heru menuturkan, pembagunan embung dalam rangka untuk menangkap air sebanyak-banyaknya saat musim hujan. Nantinya bisa digunakan kembali saat yang mana nanti ketika musim kemarau berlangsung. Dengan begitu para petani tidak kekurangan air.

Menurut Heru, untuk satu embung cluwek, memiliki luasan 4×5 meter dengan kedalaman 2 meter. Petani hanya perlu membuat embung secara mandiri sedangkan pemerintah akan memberikan bantuan berupa upah kerja. Pemrintah memberikan stimulan ke petani untuk membuat embung cluwek. “Pada 2020 ini nanti akan kami tingkatkan lagi anggaran untuk pembuatan embung,” ungkap Heru.

Selain bantuan embung cluwek di Prambanan, pihaknya telah menyiapkan bantuan pompa air kepada kelompok petani di Sleman. Ada sekitar 15 pompa air yang sudah disiapkan. Pompa digunakan untuk membantu setelah adanya pembuatan sumur dangkal yang dibuat petani.

Pihaknya telah mengoordinasikan dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk kelompok petani mana saja yang membutuhkan. “Syaratnya sumurnya warga mau membuat, nanti kami bantu pompa disesuaikan dengan kebutuhan dan permohonan,” terang Heru. (eno/din)

Sleman