Radar Jogja – Kerberadaan tawon vespa affinis cukup meresahkan. Di beberapa daerah, hingga saat ini masih banyak ditemukan sarang tawon ndas ini. Bahkan sudah ada korban jatuh. Belakangan sarang tawon vespa juga ditemukan di Sleman.
Dalam sehari, hampir selalu ada laporan keberadaan sarang tawon masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengakui, di Sleman masih banyak ditemukan sarang tawon vespa.
Dalam satu minggu hampir selalu dilakukan operasi tangkap tawon (OTT). “Tawon masih banyak ditemukan di Sleman, hampir merata di seluruh kecamatan,” ujar Makwan kemarin (9/1).
Dia mengakui, permintaan masyarakat untuk mengevakuasi sarang tawon cukup banyak. Di Januari ini saja ada lebih dari 10 permintaan untuk evakuasi sarang tawon vespa.
Kebanyakan yang dievakuasi merupakan sarang yang berada di rumah warga. Walaupun ada juga sarang yang berada di pohon. “Yang jelas itu di rumah warga, karena banyak aktivitas,” terangnya.
Makwan menjelaskan, saat hujan pihaknya tidak berani untuk melakukan evakuasi. Sebab, sarang tawon akan mudah hancur karena menyerap air. Oleh karenanya, OTT dilakukan saat sarang sudah kering. “Kena getaran sedikit saja kalau basah pasti sarangnya ambrol dan itu berisiko untuk warga di sekitar lokasi sarang,” bebernya.
OTT biasanya dilakukan saat malam hari. Karena tawon itu cenderung kurang agresif. Biasanya sarang menempel di dahan pohon atau rumah warga. Petugas yang melakukan OTT juga dibekali pakaian khusus. Rata-rata sarang lebah yang di-OTT antara 80 cm hingga 1 m.
Kendati sudah puluhan laporan yang masuk sejak akhir tahun 2019, sejauh ini baru ada satu korban yang dilaporkan terkena sengatan tawon. Korban atas nama Suryono, warga Pakem. “Korban selamat, hanya sehari dirawat di RS Panti Nugroho,” jelasnya.
Paling gres ditemukan dan dievakuasi pada salah satu rumah di Dusun Boyong, Hargobinangun, Pakem. Yakni pada Rabu malam (8/1). Makwan menjelaskan, cara penanganan sarang tawon yaitu dengan menutup lubang menggunakan kapas yang telah dibasahi bensin. Lebah dewasa akan pingsan selang 10 menit. Setelah itu, barulah sarang diambil.
Penanganan lebih lanjut untuk tawon dewasa nantinya dilepasliarkan saat malam hari. Agar bisa dimangsa oleh predator alaminya. “Untuk yang anakan tawon dimasak,” bebernya.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Sleman Tri Tukijo menambahkan, ciri-ciri khas tawon ini adalah terdapat lingkar kuning di bagian perutnya. Manusia yang berada di radius 50 meter dari sarangnya juga bisa menjadi sasaran serangan. (har/laz)

Breaking News