RADAR JOGJA – Di awal tahun ini, dinamika politik jelang pemilihan bupati (Pilbup) Sleman kian menghangat. Termasuk di internal partai. Seperti di DPD PAN Sleman masih terus berproses untuk menentukan calon yang pantas untuk maju dalam Pilbup Sleman nanti.

Dalam waktu dekat, tim pilbup di internal PAN akan segera menggelar rapat guna menentukan nama yang akan disodorkan ke DPP PAN untuk mendapatkan SK. Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narima menjelaskan, setidaknya bulan Januari ini nama-nama itu sudah sampai ke DPP. “Untuk SK kami belum tahu kapan akan turun, tapi harapannya semakin cepat semakin baik,” ujar Sadar Minggu (5/1).

Dia menjelaskan saat ini tahapan yang dilakukan oleh partai berlambang matahari itu masih dalam tahap penyaringan. Karenanya, dia belum mengetahui siapa yang akan lolos. Sebab, lolos tidaknya balon yang akan diajukan ke DPP melalui DPW sepenuhnya ada di tangan tim pilbup. “Saya walaupun ketua dan salah satu calon, tidak akan mengintervensi proses tim pilbup,” tegasnya.

Terkait manuver yang dilakukan oleh Ahmad Mumtaz Rais, dia menjelaskan sejak awal telah memberikan keleluasaan. Untuk melakukan silaturahmi kepada partai manapun. Termasuk partai di luar Koalisi Santun Bersatu.

Sadar juga menjelaskan, DPD tidak memberikan keistimewaan terhadap salah satu kader. Semua diperlakukan sama. Dia mencontohkan, nama-nama yang muncul saat menyerap aspirasi di akar rumput diberikan formulir pendaftaran. Walaupun yang mengembalikan hanya tiga orang.”Kami menghargai mekanisme yang dilakukan oleh tim pilkada,” jelasnya.

Nantinya, siapapun yang akan mendapatkan SK, Sadar akan melakukan langkah selanjutnya. Yakni membahasnya di Koalisi Santun Bersatu. Untuk menentukan siapa yang akan diajukan menjadi calon bupati dan wakil bupati.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan menambahkan, sesuai aturan, yang berhak mendaftarkan calon bupati dan wakil bupati yakni DPD PAN Sleman. Namun, untuk membawa nama itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menunggu SK dari DPP. “Kami siap mendaftarkan calon yang mendapatkan SK,” katanya.

Terpisah, Ahmad Mumtaz Rais mengatakan DPD harus melakukan apa yang menjadi keputusan DPP. Termasuk mendaftarkan siapa pun yang memperoleh SK. “Karena mekanismenya seperti itu, dan secara regulasi partai seperti itu,” tegasnya.

Dia pun yakin jika nantinya akan mendapatkan SK dari DPP. Sebab, menurut putra ketiga Amien Rais itu, pusat akan mempertimbangkan track record yang dimiliki masing-masing calon.

Menantu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, itu juga menjelaskan, jika saat ini dia terus melakukan pembicaraan dengan banyak partai. Termasuk Gerindra dan PDI Perjuangan. Mumtaz mengatakan, bukan tidak mungkin nantinya ketiga partai yakni PAN, Gerindra, PDI Perjuangan bisa berkoalisi. “Karena pilbup lebih berbicara diskusi di tingkat ketua umum. Daerah punya hal untuk mengusulkan, tapi keputusan tetap ada di DPP,” tandasnya. (har/pra)

Sleman