RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ akan menambah moda transportasi. Rencananya tiga kecamatan di Sleman akan terkoneksi angkutan umum berupa bus. Yakni meliputi Kecmatan Ngaglik, Ngemplak, dan Godean.

Kabid Angkutan Dishub DIJ Sumaryoto menjelaskan tiga kecamatan itu merupakan bagian dari kawasan perkotaan. Hanya saja hingga saat ini belum terkoneksi Trans Jogja.

Oleh karenanya, pemerintah mengambil kebijakan untuk mengoneksikan tiga wilayah tersebut. “Kementerian akan membiayai untuk operasional, termasuk melengkapi angkutan perkotaan yang kurang,” kata Sumaryoto Selasa (17/12).

Dia menjelaskan pemilihan tiga kecamatan tersebut sudah sesuai dengan perda tata ruang. Pihaknya juga telah melakukan kajian rute bus untuk tiga kecamatan tersebut. Sekaligus menentukan jumlah bus yang dibutuhkan.

Hasilnya, interval di tiga rute itu kisaran 15 menit. Dia memperkirakan jumlah unit bus yang dibutuhkan sekitar 28 bus. Untuk pengadaannya, dilakukan oleh pemerintah pusat melalui mekanisme lelang.  “Ini yang harus dipahami, kementerian itu tidak memberikan bantuan 28 bus, tidak. Ini hasil kajian kami yang dibutuhkan bus sekian,” terangnya.

Dia memerkirakan, anggaran pengadaan bus ini tidak akan lebih dari Rp 50 miliar. Walaupun pemerintah pusat, kata dia, menyediakan Rp 250 miliar untuk transportasi di lima daerah lain. “Ya kalau dirata-rata satu daerah dapat Rp 50 miliar, tapi saya kira tidak akan sampai,” bebernya.

Terkait kapan bisa mulai beroperasi, dia masih belum bisa memberikan kepastian. Hanya saja, berdasar prediksinya tahun 2020 sudah pasti beroperasi. “Kemungkinan kalau lelang selesai tepat waktu, bisa April 2020 mulai beroperasi,” katanya.

Spesifikasi bus, lanjutnya, juga tidak akan jauh berbeda dengan Trans Jogja. Hanya ada sedikit penyesuaian yakni untuk pintu masuk penumpang yang akan menggunakan low deck. Sehingga tidak perlu halte yang tinggi seperti Trans Jogja.

Sementara itu, Kabid Transportasi Dishub Sleman Marjana mengatakan kehadiran bus di tiga kecamatan itu sangat diperlukan oleh masyarakat. Terutama untuk anak sekolah. “Karena faktor keselamatan, anak sekolah bawa motor tapi tidak punya SIM kan bahaya,” katanya.

Dia berharap rencana ini bisa segera terealisasi. Selain itu, dia ingin agar anak sekolah dapat memanfaatkan bus tersebut secara gratis. “Kami sebenarnya ada kajian di tiga kecamatan itu, terutama untuk anak sekolah, jadi kalau terealisasi harapan kami bus itu bisa gratis untuk anak sekolah,” ujarnya. (har)

Sleman