RADAR JOGJA – RS Bhayangkara Polda DIY berhasil mendapatkan akreditasi Utama, bintang empat,  beberapa waktu lalu. Keberhasilan ini menjadi pemicu untuk meningkatkan pelayanan sehingga bisa mencapai target menjadi rumah sakit dengan akreditasi Paripurna atau bintang lima.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda DIY Kompol Theresia Lindwati menjelaskan, persiapan untuk menjadi rumah sakit dengan akreditasi bintang empat tidak mudah. Diperlukan waktu dua tahun persiapan. Persiapan itu yakni membenahi sistem administrasi, sarana dan prasarana baru kemudian bisa maju untuk akreditasi. “Ini salah satu persyaratan bahwa rumah sakit tersebut memenuhi standar,” kata Theresia beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, akreditasi untuk rumah sakit yang berada di Jalan Jogja-Solo, Kalasan it sudah dimulai sejak 2007. Setiap tiga tahun sekali pihaknya melakukan akreditasi. Diperolehnya akreditasi Utama, kata dia, merupakan suatu kebanggaan. “Tentu, ini suatu kebanggaan untuk Polda karena punya rumah sakit dengan akreditasi bintang empat,” tuturnya.

Akreditasi rumah sakit merupakan suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit. Karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. “Kami berusaha untuk mencapai standar itu,” tegasnya.

Adapun tujuan akreditasi rumah sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang semakin selektif untuk mendapatkan pelayanan yang bermutu.

Keberhasilan ini, lanjutnya, juga menjadi momentum. Agar pelayanan semakin meningkat dan bisa menjadi rumah sakit dengan akreditasi Paripurna. “Target kami 2020 jadi Paripurna (bintang lima),” ungkapnya.

Namun untuk menuju Paripurna banyak yang harus dipersiapkan. Saat ini pihaknya tengah membangun pelayanan terbaru yakni hemodialisa atau terapi cuci darah. Ditambah nanti ada poli tumbuh kembang anak. “Kami juga melayanani semua general check up baik dari perusahaan, instansi atau dari rumah sakit umum yang lain,” tandasnya. (har/pra)

Sleman