RADAR JOGJA – Sebanyak 1.650 calon peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti simulasi tes Computer Assisted Test (CAT). Diadakan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jogjakarta (5/12). Digelar dua hari, sebanyak enam sesi Kamis (5/12) dan lima sesi Jumat (6/12).

Kepala Seksi Pemanfaatan Teknologi Infomasi Kantor Regional 1 BKN Jogjakarta Stephanus Firmanto menjelaskan simulasi untuk melatih peserta terbiasa mengerjakan tes CAT. Agar saat tes peserta fokus pada pengerjaan soal. Bukan lagi pada aplikasi dan mekanisme pengerjaan soal.

“Untuk membiasakan calon peserta seleksi CPNS dengan aplikasi tes CAT. Karena mekanismenya sama dengan tes yang sesungguhnya,” katanya.

Stephanus menjelaskan untuk tipe soal yang diberikan pada simulasi tidak jauh beda dengan tes CAT sesungguhnya. Hasil tes langsung ditampilkan layaknya tes CPNS.

Tata cara tes juga sama. Yang membedakan, jumlah soalnya saat simulasi lebih sedikit. “Kalau di tes simulasi, soal berjumlah 50 dengan waktu pengerjaan 30 menit,” jelasnya.

Soal simulasi dibuat Panitia Pengembangan Seleksi Rekrutmen ASN. Untuk soal tes CPNS yang sesungguhnya dibuat Panselnas. “Biasanya mereka (Panselnas) meminta konsultasi ke minimal 10 perguruan tinggi,” jelasnya.

Stephanus mengungkapkan antusiasme pendaftar sangat banyak. Bahkan yang mendaftar jauh lebih banyak dari yang bisa ikut simulasi. Akibatnya server sempat down beberapa jam setelah pihaknya membuka pendaftaran.

Melihat antusiasme calon peserta seleksi CPNS itu saat ikut seleksi, tidak menutup kemungkinan jika akan ada simulasi lagi. Bagi calon peserta seleksi CPNS bisa memantau website atau sosial media BKN karena sewaktu-waktu bisa ada pengumuman simulasi ulang.

“Atau barangkali ada calon peserta seleksi CPNS yang ingin mencoba soal CAT secara online bisa melalui website cat.bkn.go.id,” bebernya.

Stephanus berharap simulasi ini para peserta bisa memanfaatkannya dengan baik. Sehingga saat tes CAT sesungguhnya tidak kesulitan terkait mekanisme pengerjaan.

Tahun ini passing grade tes CAT CPNS lebih rendah dari sebelumnya. Hal tersebut sesuai Permenpan RB 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019. Awalnya passing grade tes wawasan kebangsaan (TWK) ada di angka 75 menjadi 65, tes karakteristik pribadi (TKP) dari 143 menjadi 126. Tes intelegensia umum (TIU) tetap 80.

Kendati demikian, passing grade itu akan ada penyesuaian. Tergantung formasi yang diambil. Misalnya, guru dengan dokter. “Nanti pasti beda passing grade-nya,” jelasnya.

Salah seorang peserta asal Jogja, Nela Fatmasari, 25, mengatakan simulasi ini bisa sebagai tolok ukur kemampuan. Sehingga bisa tahu apa yang harus diperbaiki. “Saya dapat 155 poin, masih kurang untuk bisa lolos,” katanya.

Perempuan yang sudah empat kali mencoba ikut tes CPNS ini mengatakan sempat mengalami kesulitan saat login. “Tapi tidak masalah, hanya yang beda beban soalnya saja,” ungkap lulusan Teknik Kimia UGM. (har/iwa/rg)

Sleman