RADAR JOGJA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman memberangkatkan transmigran tujuan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Transmigran yang diberangkatkan sebanyak 10 kepala keluarga (KK).

Kepala Disnaker Sleman Sutiasih menjelaskan total ada 37 jiwa yang mengikuti program transmigrasi ini. Pemberangaktan dilakukan dua kali. Tujuan lokasi transmigrasinya berbeda.

Sebelumnya, disnaker telah memberangkatkan 3 KK terdiri dari enam jiwa. Tujuannya ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada 30 November 2019.

“Jadi, totalnya ada 13 KK yang kami berangkatkan tahun ini,’’ kata Sutiasih usai memberangkatkan para transmigran di Gedung Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ (4/12).

Sebagai bekal hidup, seluruh peserta mendapat jaminan hidup (jadup) selama 18 bulan pertama. Masing-masing KK mendapat dana sharing Pemkab Sleman dan Pemkab Bulungan Rp 75 juta.

Para transmigran juga akan diberi lahan seluas dua hektare. Diberikan secara bertahap selama lima tahun.

Sutiasih mengatakan peminat transmigrasi banyak. Tapi pihaknya melakukan seleksi. “Yang benar-benar siap, semangat, berani berjuang untuk masa depan, itu yang diloloskan,” ungkapnya.

Salah seorang calon transmigran, Tatag Winasis, berangkat transmigrasi beserta keluarganya. Agar bisa memperbaiki derajat kehidupannya.

Pria paro baya itu merantau ke Kalimantan mengajak istri dan seorang anaknya. Dia berharap di tempat yang baru dapat mengembangkan potensi yang dia miliki.

“Saya di sini (Sleman) sehari-hari mengajar les anak-anak SD. Nanti di sana bisa dikembangkan juga. Kan ada SD juga di sana,” tutur Tatag.

Selain transmigran dari Sleman, pemberangkatan diikuti Kabupaten Bantul yang memberangkatkan 10 KK. Gunungkidul memberangkatkan 3 KK. Kota Jogja memberangkatkan 10 KK. (har/iwa/rg)

Sleman