RADAR JOGJA – Penanaman doktrin Pancasila dilakukan bagi para calon perwira TNI di Akademi Militer (Akmil). Tujuannya, untuk mencegah masuknya paham radikalisme dari sejumlah unsur di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurrachman usai memimpin ikrar SDM Unggul Indonesia Maju bagi para Taruna dan Taruni serta pensiunan TNI, di Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (2/12).

“Kalau di Akademi Militer memang kan dari mulai rekrutmen kami sudah dites, bagaimana kedalaman pemahaman masalah Pancasila,  kesetiaan dan wawasan kebangsaan, lalu  cinta tanah air. Di situ kami memberikan doktrin-doktrin kepada tarun dan taruni. Belum lagi doktrin tentang Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,” jelasnya.

Dudung mengatakan, kegiatan ikrar ini merupakan pertama kalinya digelar dan akan dilakukan setiap tahunnya. Agar bisa membentuk calon-calon perwira yang mau berbaur dan membantu masyarakat.

“Karena pada dasarnya TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujarnya.

Jenderal berbintang dua itu berharap, pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan termasuk paham radikalisme bisa lebih mudah dicegah. Termasuk dalam kegiatan-kegiatan Praja Bhakti, kegiatan tersebut tidak menyasar pada fisik saja, tetapi juga non fisik.

“Para taruna-taruni bisa ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara-cara sekolah di Akmil, lalu memberikan ceramah kebangsaan, cinta tanah air dan lain sebagainya,” paparnya.

Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang turut hadir mengaku terharu dengan ikrar yang dilakukan para Taruna-Taruni Akmil Magelang itu. Pensiunan jenderal itu juga menyampaikan ungkapan kebanggaannya kepada generasi-generasi muda di Akmil.

“Secara pribadi saya bangga ada inisiatif ikrar seperti ini. Diucapkan taruna-taruni yang akan menjadi seorang Perwira, bahwa sejak cikal bakalnya sudah ditanamkan satu warisan mental dengan cara yang juga luar biasa,” ungkap Hendropriyono. (sky/tif)

Sleman