Radar Jogja – Yayasan Jaringan Pesantren Nusantara dan Pusat Promosi Kesehatan dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Kesehatan baru saja menggelar Lokakarya Pesantren dan santri sehat. Dihadiri perwakilan 20 pesantren dari DIY-Jateng.

Tak kurang 80 pengurus dan santri hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan diadakan di Rich Hotel 26-28 Agustus 2019. Mengusung misi Santri Hebat Pasti Sehat.

Peserta diberi pembinan tentang bagaimana melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat di pesantren dan lingkungannya. Mulai dari materi SMD (Survey Mawas Diri) dan MMP (Musyawarah Masyarakat Pesantren).

Materi tentang TBC, stunting juga dipaparkan. Sekaligus transfer knowledge yang akan di bagikan oleh kader-kader santri sehat terhadap lingkungannya.

Kegiatan diakhiri diskusi panel oleh Pembina Yayasan Jaringan Pesantren Nusantara Gus Muwafiq dan owner Rich Hotel Sukeno. Ketua umum Yayasan Jannur M. Faqih Ridho menjadi moderator.

Gus muwafiq menekankan bahwa Indonesia sedang membangun sistem kerjasama top down. Harus disukseskan oleh pesantren sebagai tonggak pendiri bangsa.

Materi santripreunership diampu Sukeno. ‘’Baru ada lima persen pengusaha di Indonesia dari total jumlah penduduk. Diharapkan pesantren mampu melahirkan santri sehat dan bermental pengusaha.

Dalam acara tersebut dilaksanakan ikrar Pesantren dan Santri Sehat Untuk Masyarakat Sehat. Kemudian penandatanganan komitmen bersama menyehatkan pesantren dan lingkungan. Diharapkan kegiatan ini menjadi role model bagi pesantren Nusantara dan berlangsung lagi tahun depan di provinsi lain. (*/iwa/tif)

Sleman