RADAR JOGJA – Gunung Merapi memuntahkan guguran lava pijar dan awan panas, Selasa sore (27/8). Arahnya Kali Gendol dengan jarak luncur sejauh 2000 meter. Luncuran ini tergolong jauh dibandingkan guguran sebelumnya. Rata-rata guguran material hanya mencapai kisaran 1.000 hingga 1.500 meter.

Berdasarkan data BPPTKG Jogjakarta, guguran terjadi pukul 18.09. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 70 mm. Sementara untuk durasi mencapai kurang lebih 198.9 detik.
“Jarak luncur lumayan jauh dibanding sebelumnya. Tapi masih dalam batas aman tidak melebihi 3.000 meter dari puncak Merapi,” jelas Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida, Selasa (27/8).

Meski begitu timnya terus memantau aktivitas Merapi. Terutama pergerakan suplai material dari kantong dan dapur magma menuju kubah lava. Walau tak bisa terprediksi namun penting sebagai wujud antisipasi.
Guguran lava juga sempat terjadi siang harinya. Hanya saja jarak luncuran tersebut tidak sepanjang sore harinya. Radius luncuran mencapai 550 meter dan menuju hulu Kali Gendol.

“Sebelumnya terpantau dari CCTV puncak Merapi juga terjadi satu kali guguran lava. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 80 meter di atas puncak kawah,” katanya.

Hanik mengimbau warga bijak menyikapi fenomena alam ini. Termasuk dalam mengolah informasi dan tidak termakan hoax. Salah satunya dengan memantau akun resmi BPPTKG Jogjakarta maupun BPBD Sleman dan BPBD DIJ.
Di satu sisi dia juga meminta warga mematuhi jarak aman. Berupa larangan aktivitas manusia di sepanjang radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Termasuk pendakian melalui Boyolali dan Klaten Jawa Tengah. (dwi/ila)

Sleman