SLEMAN – Satu per satu nama tokoh yang akan meramaikan bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) Sleman mulai bermunculan. Yang terbaru, Reno Candra Sangaji. Nama kepala desa (kades) Condongcatur itu disebut-sebut bakal mengisi posisi calon wakil bupati (cawabup). Mendampingi Sri Muslimatun.

Sinyalemen Reno bakal ikut meramaikan konstetasi pilkada yang digelar 2020 itu diperkuat dengan berbagai spanduk. Tidak sedikit spanduk yang menggambarkan citra Reno terpasang di beberapa sudut di wilayah Condongcatur. Bahkan, salah satu spanduk di antaranya bertuliskan nada dukungan. Bunyinya, ”Pak Reno Maju.”

Saat dikonfirmasi terkait peluangnya mendampingi Sri Muslimatun, Reno hanya mengangguk. Dia tak membantah atau membenarkannya.

”Nanti saya undang,” kata Reno beberapa waktu lalu.

GRAFIS: (HEPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Pasangan Sri Muslimatun-Reno Candra Sangaji tak akan kesulitan mencari kendaraan politik. Partai Nasdem bersedia menjadi partai politik (parpol) pengusung. Sebab, Sri Muslimatun kala berduet dengan Sri Purnomo pada Pilkada 2015 tercatat sebagai kader parpol yang dibidani Surya Paloh itu.

”Kami juga Insya Allah mengusung bupati. Karena wakil bupati sekarang kan dari Nasdem, nanti kami akan mengusung itu (Sri Muslimatun, Red),” kata Ketua DPD Nasdem Sleman Surana dikonfirmasi terpisah.

Namun, Partai Nasdem harus berkoalisi dengan parpol lain. Lantaran Partai Nasdem hanya memperoleh tiga kursi di DPRD Sleman saat Pemilu 2019. Surana menyebut PPP telah bersedia bergabung. Kendati begitu, pasangan ini harus mencari tambahan dukungan. Sebab, perolehan kursi Partai Nasdem dan PPP jika ditotal masih kurang. Totalnya masih enam kursi. Padahal, salah satu syarat yang dibutuhkan pasangan calon bupati-wakil bupati untuk mendaftarkan diri di KPU adalah sembilan kursi.

”Nanti masih ditambah partai lain,” ujarnya optimistis.

Sebelumnya, beberapa nama tokoh lain sempat berseliweran bakal meramaikan bursa Pilkada 2020. Sebut saja, Kades Caturtunggal Agus Santoso dan Sekprov DIJ Gatot Saptadi. Nama terakhir berpotensi merapat ke PDI Perjuangan. Seiring dengan masa baktinya yang akan berakhir alias pensiun per 1 Oktober 2019.

Kendati begitu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto masih enggan membeberkan siapa yang akan menjadi calon bupati.

”Saya belum bisa menunjuk Gatot atau siapa,” katanya.

Koeswanto berdalih masih menggodok nama-nama yang akan dipersiapkan. Baik dari internal maupun luar partai. Pun dengan parpol mana saja yang akan diajak berkoalisi. Meski, parpol berlambang Banteng Putih itu memiliki 15 kursi.

”Walaupun kami bisa maju tanpa koalisi, tapi kami tetap akan berkoalisi,” lanjutnya.

PAN juga tak kalah sibuk. Partai berlambang Matahari Terbit ini juga sedang merancang nama-nama yang akan disodorkan maju Pilkada 2020. Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan menyebut ada beberapa kader partai yang digadang-gadang. Sebut saja, Sadar Narimo dan Hanum Salsabiela Rais.

”Lalu dari tokoh luar yang punya visi yang sama juga bisa,” ungkapnya.

Namun, Arif menyadari PAN harus berkoalisi. Lantaran perolehan PAN hanya enam kursi pada Pemilu 2019.

”Kami realistis jadi memang harus berkoalisi,” tambahnya. (har/zam/by)

Sleman