SLEMAN – Ada banyak cara untuk memanfaatkan dana desa (DD). Desa Margoluwih, contohnya. Desa di Kecamatan Seyegan, Sleman, ini tidak hanya memanfaatkan DD untuk peningkatan sarana infrastruktur. Melainkan juga mengembangkan fasilitas olahraga serta pembinaan atlet.

Kepala Desa Margoluwih Sunaryo mengatakan, pengembangan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet merupakan aspirasi warga. Sebab, warga Margoluwih sangat menggemari olahraga.

Nah, di antara fasilitas olahraga yang telah dibangun pemerintah desa (pemdes) dengan DD adalah tempat fitnes.

”Lokasinya di kompleks balai desa,” kata Sunaryo di kantornya belum lama ini.

Pusat kebugaran ini kian melengkapi fasilitas olahraga di Desa Margoluwih. Ya, ada Stadion Tentara Genie Pelajar (TGP) yang telah menjadi kebanggaan publik Margoluwih.

”Dana untuk pembangunan pusat kebugaran dan perawatan mencapai Rp 218 juta,” sebutnya.

Setelah fitnes, pemdes berencana membangun lapangan voli. Lokasinya masih di sekitar kompleks balai desa. Menurutnya, pemdes sebenarnya berniat membangun lapangan futsal. Hanya, anggaran yang dibutuhkan terlalu besar.

”Realisasinya tidak memungkinkan untuk tahun ini,” ucapnya.

Pengembangan sektor olahraga memang menjadi fokus pemdes. Sebab, dari Margoluwih banyak muncul bibit-bibit atlet yang berkualitas. Sebut saja Edo Pratama, pemain PSIM Jogja.

”Tahun lalu ada perwakilan desa yang berhasil ikut kejuaraan maraton nasional,” ungkapnya.

Itu belum seberapa. Mavoc (Margoluwih Volley Club), klub voli Desa Margoluwih juga pernah membawa pulang trofi juara pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sleman 2018.

Dengan sederet prestasi itu, Sunaryo mengaku berangan-angan menggunakan DD untuk pembinaan calon atlet. Agar pengembangan bidang olahraga bisa linear.

”Masa depan atlet juga harus diperhatikan,” katanya.

Pemerintah mulai mengucurkan DD sejak tahun 2015. Besarannya meningkat setiap tahun. Pada 2019, misalnya, pemerintah pusat menggelontorkan Rp 90 miliar untuk 86 desa se-Sleman.

Sunaryo menyebut besaran DD yang diterima Pemdes Margoluwih cukup besar. Pada 2018, contohnya, sekitar Rp 1 miliar. Seluruhnya terserap 100 persen.

”Daripada untuk kegiatan tidak jelas lebih baik disalurkan untuk kegiatan yang positif, seperti olahraga,” tegasnya. (har/zam/zl)

Sleman