SLEMAN – Memasuki musim penghujan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman menggalakkan pembuatan sumur resapan (biopori).

Ada seratus titik sumur resapan yang direncanakan. Menyebar di 17 unit wilayah. Antara lain: wilayah timur meliputi Prambanan, Kalasan, Selomartani, dan Bimomarrani. Lalu wilayah tengah terdiri atas Ngaglik, Minomartani, Turi, dan Murangan (Sleman). Kemudian wilayah barat di Donokerto, Mlati, Cebongan, Godean, Patukan, Blimbingan, dan Seyegan. Selanjutnya wilayah Depok di Daengan dan Kregan. “Untuk pembangunan sumur resapan itu kami melibatkan masyarakat. Dibangun secara bertahap,” jelas Direktur PDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata SE MM Selasa (23/7).

Tiap sumur resapan dialokasikan dana Rp 4 juta. PDAM mengalokasikan dananya, sedangkan warga setempat yang mengerjakannya.

Pembangunan sumur resapan bertujuan untuk menabung air. Juga sebagai sarana konservasi sumber mata air sekaligus perlindungan tanah. Supaya air hujan tak terbuang percuma. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk pelayanan air bersih. Serta sebagai cadangan air saat kemarau.

Dwi juga terus mewanti-wanti masyarakat untuk menghemat air. Memanfaatkan air secukupnya. Meski saat musim penghujan volume air melimpah.

Di bagian lain, pada tahun ini PDAM Tirta Sembada juga menargetkan pemasangan 1.036 sambungan air baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Data tersebut merujuk hasil survei konsultan independen yang ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Target kami sampai akhir September mendatang semua jaringan bisa terpasang, air mengalir,” ujar Dwi.

Pemasangan sambungan air akan dilakukan oleh tim PDAM Tirta Sembada di tiap-tiap unit. “Pemkab Sleman mengusulkan 1.050 MBR. Tapi setelah disurvei hanya1.036 yang dinyatakan lolos,” tambahnya.

MBR yang lolos seleksi itu masih akan diverifikasi lagi oleh tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dwi berharap, sedikitnya seribu MBR lolos verifikasi untuk mendapatkan program hibah air minum itu. “Proyek ini memang dari pusat. PDAM hanya melaksanakan pemasangan jaringannya,” tutur Dwi.(*/yog/by)

Sleman