SLEMAN – Harga hewan kurban merangkak naik. Bahkan, kenaikan harga sapi dan kambing di pasar hewan mulai terasa sejak awal bulan ini. Kenaikkannya berbanding lurus dengan permintaan hewan kurban di pasaran.

Di Pasar Hewan Ambarketawang, misalnya. Harga sapi naik Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dibanding hari biasa. Sedangkan harga kambing naik di kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor.

”Transaksi jual beli hewan kurban juga meningkat sekitar 5 hingga 10 persen,” jelas Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang Yuda Andi Nugroho melalui sambungan telepon Minggu (14/7).

Yuda memperkirakan kenaikan permintaan dan harga ini hingga Idul Adha. Namun, berdasar pengalamannya, kenaikan harga sapi tak lebih dari Rp 2 juta. Dengan begitu, harga sapi kurban di Pasar Hewan Ambarketawang maksimal di angka Rp 22 juta.

”Kadang ada sapi yang besar sekali. Itu biasanya tidak ada patokan harga,” ucapnya.

Yuda menggaransi hewan kurban yang dijual memenuhi persyaratan. Mulai usia hingga kondisi kesehatan. Sebab, dokter UPTD secara berkala mengecek seluruh hewan yang dijual. Bahkan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman juga sering melakukan pemeriksaan.

”Ada seratusan penjual menjelang Idul Adha,” sebutnya.

Terpisah, Kepala DP3 Sleman Heru Saptono menegaskan, seluruh hewan kurban yang masuk ke sleman harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Itu untuk menunjukkan bahwa hewan kurban yang dijual bebas dari berbagai jenis penyakit. Khususnya antraks.

”Tapi, kami telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait antraks,” ujar Heru memastikan DP3 tidak membatasi lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Sleman.

Kendati begitu, Heru berkomitmen tetap memantau seluruh hewan yang dijual di pasar. Terutama di pasar tiban. Itu untuk mengantisipasi hewan kurban yang mengidap cacing hati.

”Paling banyak itu kasus cacing hati,” katanya. (har/zam/by)

Sleman