Mayoritas petani masih menggunakan cara konvensional untuk meningkatkan produksi tanaman. Masih mengandalkan ketesediaan lahan dan pupuk untuk mendongkrak produktivitas. P-SON mematahkan rumus umum petani itu.

SEVTIA EKA N, Sleman

DI wilayah perkotaan hasil produksi tanaman berbanding lurus dengan ketersediaan lahan pertanian. Sangat minim. Namun, kendala minimnya lahan itu ternyata bisa disiasati.

Adalah Aisyah Nurul Iqlima yang mencetuskan Portable Sonic Bloom (P-SON). Inovasi mahasiswi Prodi Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura. Lebih dari itu, juga meminimalisasi penggunaan pupuk.

Alat yang mudah dibawa tersebut adalah pengembangan alat audio bio harmonic (ABH) yang telah dibuat sejak tahun 2011. ABH memiliki kelemahan pada tingkat ketahanan yang kurang baik, tidak praktis dan efisien, serta mahal. Sedangkan P-SON mampu bekerja dengan baik tanpa penambahan pupuk berlebih pada tanaman. Dengan menghasilkan sumber bunyi dengan suara hewan yang dihasilkan untuk memicu bukaan pada stomata tanaman.

”Bisa dinyalakan secera otomatis yang akan menyala pada pukul 08.00 sampai 09.00 dengan suara garengpung berfrekuensi 3.500 sampai dengan 4.000 Hz ke lahan petani,” ucap Aisyah kemarin (2/7).

Aisyah tak sendiri menelurkan inovasi ini. Dia dibantu empat temannya. Yaitu, Verawati Eka Yuliana, Fajriah Haniifah, Ana Fitriani, dan Muhammad Faqihul Imam.

P-SON yang dihasilkan mampu menghasilkan produk tanaman enam kali lebih banyak. Seperti yang telah dilakukan uji coba pada tanaman kacang kedelai, bawang merah, kacang tanah, kacang babi, padi, kangkung dan kentang.

Dari hasil penelitian, tanaman kacang kedelai tanpa P-SON hanya mampu menghasilkan 230 gram. Setelah dilakukan uji coba menggunakan P-SON, tercatat menghasilkan 1.115 gram kacang kedelai.

Begitu pula dengan tanaman kentang. Tanpa P-SON, tanaman hanya menghasilkan 14 buah. Setelah uji coba menggunakan P-SON, panen kentang mampu memperoleh 81 buah.

“Kenaikan mencapai 578 persen,” sebut Aisyah.

Sebagai produk alat pertanian, P-SON memiliki keunggulan lain. Yaitu ramah lingkungan. Bahan yang digunakan tidak mengandung bahan kimia. Plus tidak menimbulkan polusi.

Selain itu, rangkaian instrumen P-SON yang simpel memudahkan konsumen dalam pemakaian. Dimensi box-nya berukuran panjang 10 sentimeter, lebar 8 sentimeter, dan tinggi 7 sentimeter.

Hingga sekarang, P-SON telah disosialisasikan kepada kelompok tani hortikultura dan hidroponik di wilayah DIJ.

“Harapannya mampu lebih dikenal lebih luas untuk membantu pekerjaan petani,” tambahnya. (zam/by)

Sleman