SLEMAN – Besarnya potensi kuliner di tiap daerah, mendorong Jawa Pos untuk kembali menggelar Jawa Pos Miss Culinary. Pada 2019 ini Jawa Pos Miss Culinary, yang memasuki tahun ketiga, menginginkan sosok yang tak hanya menampilkan perempuan cantik. Tapi juga cara berkomunikasi dan pengetahuan peserta akan kuliner nusantara menjadi poin utama seorang Miss Culinary.

Dalam pemilihan duta yang digelar di kantor Jawa Pos Radar Jogja Minggu (30/6), hadir puluhan model cantik jelita. Area Promotion Manager PT Rembaka Emmy Pudjiastuti menjelaskan, dengan adanya Jawa Pos Miss Culinary with Latulip, serta bekerja sama dengan Singapore Tourism mampu menjadi wadah untuk anak muda khususnya perempuan. Terutama dalam bidang kecantikan dan kuliner.

Menurut dia, ppada dasarnya, perempuan tidak bisa hanya mengedepankan kecantikan.“Perempuan boleh cantik, tapi kodratnya nanti akan menjadi ibu rumah tangga yang harus bisa memasak dan mengenal kuliner,” ucap Emmy.

Setelah diadakan selama dua tahun, ajang Miss Culinary memiliki potensi yang besar untuk mamajukan anak muda. Dibarengi dengan pemberian materi mengenai public speaking, etika berbusana, sampai dengan kecantikan. Terbukti, peserta yang tidak mendapatkan juara di Miss Culinary, mampu mendapatkan juara di beberapa perlombaan lain. “Dengan modal ilmu pengetahuan yang telah dimiliki di sini,” kata Emmy yang juga bertindak sebagai juri itu.

Untuk putaran kedua, setelah audisi di Kota Semarang, digelar di Jogjakarta dan sekitarnya. Meskipun hanya memiliki 35 peserta, Emmy sudah melihat beberapa calon yang mungkin akan lolos ke babak selanjutnya.“Nantinya tidak ada batasan berapa peserta yang diambil dari setiap kota, selama memiliki bakat yang mumpuni dan kuota masih ada,” tambahnya.

Dari audisi di lima kota, jelas dia, akan diambil 50 kontestan terbaik yang akan dibawa ke tingkat nasional untuk diseleksi kembali. Yang kemudian diambil 15 orang pemenang untuk memasuki grand final dan akan diambil enam orang pemenang.

Salah satu kontestan asal Solo Khairunnisa Putri Margarany, mengaku mengikuti Miss Culinary karena suka memasak dan tertarik di bidang kuliner. Meskipun telah mengikuti dua ajang kompetisi sebelumnya, gadis 16 tahun itu tetap merasa gugup saat memberikan review makanan di depan juri. Selain itu, Putri berharap akan banyak anak muda yang lebih menyukai kuliner Indonesia dan bisa memperkenalkannya. “Anak muda harus tahu kuliner khas tiap daerahnya dan bisa mempromosikannya,” kata dia. (cr7/pra/by)

Sleman