SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) kembali menggelar pameran potensi daerah (PPD) 2019. Pameran diselenggarakan selama sepuluh hari pada 6-15 Juli mendatang. Kegiatan dipusatkan di kompleks Lapangan Denggung, Tridadi.

Untuk menggaet lebih banyak lagi generasi milenial agar berkunjung ke PPD, Disperindag Sleman telah menyiapkan berbagai macam lomba kekinian. Mulai lomba foto Instagram hingga kompetisi e-sport Mobile Legend.

Adapun syarat untuk ikut lomba sangat mudah. Peserta cukup mengunjungi PPD lalu berfoto di area pameran. Hasil foto itu kemudian diunggah ke akun Instagram masing-masing. Pun demikian e-sport Mobile Legend digelar di area PPD. “Kami yakin dua lomba itu bisa menarik banyak generasi milenial untuk mengunjungi PPD Sleman tahun ini,” ujar Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani Rabu (26/6).

Endah menyatakan, PPD juga menjadi ajang promosi kekayaan seni dan budaya dari 17 kecamatan se-Sleman. Sekaligus mempromosikan produk-produk lokal Sleman. Khususnya produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Termasuk kuliner. PPD diikuti sedikitnya 253 stan yang tersebar di delapan zona. Di antaranya, zona A diisi potensi kecamatan dan organisasi perangkat daerah Sleman. Sedangkan stan-stan kuliner dan UMKM di Zona D dan G. Ada juga pasar malam di zona H.

“Intinya PPD memang untuk mengenalkan produk UMKM Sleman. Terutama UMKM yang sedang berkembang. Kalau UMKM yang sudah naik kelas kami batasi,” tuturnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, perputaran uang pada gelaran PPD 2018 mencapai Rp 2,138 miliar. Melihat kondisi itu, panitia menargetkan perputaran uang pada PPD tahun ini bisa tembus Rp 2,5 miliar. Kendati demikian, Endah menegaskan bahwa PPD bukan semata-mata ajang untuk mencari keuntungan. Lebih dari itu untuk menghidupkan geliat UMKM.

Selain itu PPD akan menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung. Lewat agenda talkshow. Seperti talkshow tentang batik. “Masyarakat kan belum paham batik yang benar-benar batik itu seperti apa. Beda tidak dengan yang printing. Apa yang printing itu bisa disebut batik. Kira-kira talkshow-nya akan membahas seputar itu,” ungkap Endah.

PPD 2019 juga akan menjadi momentum untuk peluncuran berbagai inovasi layanan publik Sleman. Seperti layanan Cariaku, yaitu aplikasi untuk mempermudah wisatawan dalam mencari informasi dan lokasi UMKM di Sleman. Ada juga launching “Boneka Saliman.” Singkatan dari Salak Sleman. Boneka ini merupakan salah satu cendera mata khas Sleman. Kemudian layanan tera dan tera ulang. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar tertib ukur pada timbangan barang (dagangan).

“Dengan berbagai kegiatan menarik itu semoga bisa menarik banyak pengunjung,” harapnya. (har/yog/fj)

Sleman