SLEMAN – Polda DIJ menggelar Operasi Keselamatan Progo 2019. Mulai 29 April 2019 hingga 14 hari ke depan.

Operasi berfokus untuk mengedukasi masyarakat terkait keselamatan berkendara. Sehingga dapat meminimalisasi angka fatalitas kecelakaan.

Kapolda DIJ, Irjen Pol Ahmad Dofiri menjelaskan, ada tujuh pelanggaran lalu lintas yang menjadi prioritas. Menggunakan ponsel saat mengemudi; tidak memasang safety belt; melawan arus; di bawah pengaruh alkohol, miras dan narkoba; pengendara bawah umur; melebihi batas kecepatan; serta menggunakan bahu jalan bukan untuk peruntukannya.

“Operasi ini lebih kepada edukasi dan preventif. Namun kalau pelanggarannya keterlaluan dan fatal tentu ditilang,” kata Dofiri di seusai Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Progo di Mapolda DIJ, Senin (29/4).

Dofiri mengatakan, perilaku berkendara masyarakat memprihatinkan. Masih banyak pemotor melawan arus dan tidak menggunakan U-turn.

“Apalagi menggunakan punggung jalan dan berkendara di bawah umur. Ini sangat berbahaya. Akan kami tindak,” tegas Dofiri.

Dikatakan, merokok sambil berkendara juga berbahaya. Polisi juga akan memberikan edukasi agar pengendara sepeda motor tidak merokok saat berkendara.

“Mengendarai sepeda motor itu butuh kosentrasi. Merokok saat berkendara mengganggu konsentrasi,” lanjutnya.

Dirlantas Polda DIJ, Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengatakan, Polda DIJ menurunkan 50 hingga 60 anggota yang akan berpatroli. Sasarannya jalan arteri, jalan yang berpotensi kemacetan, dan jalan lingkungan. “Jalan lingkungan ini menyumbang hingga 40 persen angka kecelakaan,” kata Djatiutomo.

Faktor yang menyebabkan banyak kecelakaan di ajalan lingkungan, kata dia, karena jalan lingkungan cenderung lancar. Selain itu, jarang ada petugas polantas ditambah minimnya rambu.

“Sehingga, dengan melihat kecenderungan itu, pengendara biasanya menggeber kendaraannya. Karena tidak ada rambu atau petugas, akhirnya lalai dan kecelakaan,” kata Djatiutomo.

Evaluasi tahun lalu, operasi tersebut menurunkan angka kecelakaan. Operasi kali ini sifatnya simpatik. “Fokusnya penyuluhan, pembinaan, dan teguran. Tapi jika ditemukan pelanggaran pasti kami tilang,” tegasnya.

Terkait aturan larangan merokok saat berkendara, kata Djatiutomo, akan difokuskan setelah usai gelaran pemilihan umum (Pemilu). Sebab pihaknya masih harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk menetapkan aturan tersebut.

“Aturan ini nantinya akan kami koordinasikan dan sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi tidak langsung kami tindak,” kata Djatiutomo. (har/iwa/fj)

Sleman