SLEMAN – Untuk semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan dokumen kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman mulai menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) mulai Senin (29/4). Penerapan TTE ini dilakukan serentak di Disdukcapil Sleman dan di 17 kecamatan di kabupaten ini.

Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat menyampaikan, penerapan TTE merupakan tindak lanjut dari amanat Pasal 5 Ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI No 7/2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring guna memberikan layanan yang lebih cepat, mudah dan aman.

“Tanda Tangan Elektronik pada penerbitan kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran ini menggunakan QR (Quick Record) Code. Jadi nanti masyarakat mendapat KK dan akta tanpa ada tanda tangan basah dan stempel dinas,” kata Jazim saat diemui di ruangannya, Senin (29/4).

Untuk mengetahui keabsahan atau kevalidan data, kata Jazim, bisa diketahui dengan memindai QR Code yang terdapat dalam dokumen kependudukan dengan menggunakan aplikasi QR Scanner. Aplikasi ini bisa bebas diunduh oleh masyarakat di telepon pintar. “Jadi pengamanannya ada di Balai Siber dan Sandi Negara (BSSN). Saya kirim tanda tangan ke sana, lalu diubah menjadi QR Code yang nantinya ada di dokumen kependudukan,” bebernya.

Penerapan TTE pada dokumen kependudukan secara daring ini harapannya masyarakat bisa mendapat pelayanan lebih cepat. Mengingat beberapa prosedur dalam pelayanan dokumen kependudukan menjadi terpangkas.

Dia mencontohkan setelah diterapkan TTE, pengurusan dokumen kependudukan seperti KK tidak lagi perlu sampai Dukcapil untuk mendapatkan tanda tangan dan cap dari dinas. Masyarakat hanya cukup datang ke kecamatan dan meng-input data kependudukan. Dengan sistem ini, harapannya KK dan akta kelahiran bisa jadi dalam waktu satu hari.

“Jadi nanti mekanismenya dari kecamatan ada petugas yang menginput data, kemudian muncul di Disdukcapil, saya tanda tangani, lalu saya kirim ke pusat dan nanti kalau di pusat sudah diverifikasi bisa dicetak di kecamatan. Semuanya gratis,” bebernya.

Pihaknya juga akan memastikan jaringan internet di setiap kecamatan berjalan dengan baik. Sebab, inti dari pelayanan ini adalah pada jaringan, sehingga setiap kecamatan dituntut bisa mendapatkan jaringan internet yang stabil.

“Jadi kendalanya itu ada pada jaringan. Kalau saya sudah tanda tangan tapi ternyata di kecamatan jaringannya lemot, itu juga akan menghambat untuk mencetak,” jelasnya.

Selain itu, kata Jazim, untuk memastikan setiap data yang diinput tepat, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada para petugas di kecamatan. Sebab yang bisa memastikan data itu terisi dengan tepat adalah petugas di kecamatan.

“Jadi di sini saya hanya menandatangani. Petugas yang di kecamatan yang harus memastikan semua terisi dengan tepat, sehingga sebelumnya kami melakukan bimtek untuk masing-masing petugas di tingkat kecamatan,” bebernya.

Sebelumnya, Disdukcapil Sleman telah melakukan sosialisasi terkait penerapan TTE melalui penerbitkan Surat Bupati Sleman No 471/00994 hal Penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada Dokumen Kependudukan  tertanggal 24 April 2019. Surat itu disampaikan kepada pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman dan kepala desa Se-Kabupaten Sleman.

“Penerapan TTE ini adalah yang kali pertama diterapkan di Kabupaten Sleman, sebagai salah satu wujud pencapaian Sleman Smart Regency dan Disdukcapil Go Digital,”  tambah Jazim. (*/har/laz/rg)

Sleman