SLEMAN – Ruas jalan Banjarharjo-Ngemplak merupakan jalan yang masih baru. Hal tersebut sesuai dengan langkah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman yang belum lama ini melakukan peningkatan ruas jalan tersebut.

Namun, ruas jalan yang selesai dikerjakan Oktober 2018, dan diresmikan pertengahan Maret 2019 telah rusak. Penyebabnya, banyak kendaraan besar melintas.

“Wajar kalau berlubang. Tonase jalan kabupaten dirancang menahan beban lima ton. Proyek pembangunan nasional di Sleman juga banyak. Akhirnya jalan kabupaten jadi alternatif kendaraan berat melintas,” kata Kabid Bina Marga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan (3/4).

Kerusakan juga diperparah dengan curah hujan yang masih terjadi. Mempercepat terjadinya pengelupasan aspal.

Setidaknya, di ruas Banjarharjo-Ngemplak sepanjang empat kilometer itu, ada tiga titik yang harus diperbaiki. Yang terparah, di Dusun Tegal Balong.
Subhan menjelaskan, proyek senilai Rp 13,3 miliar itu saat ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana proyek. Setidaknya dalam kurun satu tahun. Termasuk proses perawatan.

Menurut Subhan, pembiaran kerusakan tidak dibenarkan. Kendati untuk memperbaikinya, banyak pertimbangan.
“Mungkin teman-teman kontraktor menunggu cuaca baik untuk perbaikan. Tapi, itu juga seharusnya tidak boleh dibiarkan lama. Agar kerusakan tidak tambah parah,” kata Subhan.

Salah seorang warga Tegal Balong, Siti Jariyah, 52, mengatakan, banyak kecelakaan akibat kerusakan jalan tersebut. Kebanyakan pengendara motor terjerembab atau terpeleset krikil dari aspal yang mengelupas.

“Biasanya terjadi malam. Banyak kecelakaan karena jalan rusak. Sebab kerusakan ada di tikungan,” kata Siti.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan itu. Sebab, sebelum adanya proyek peningkatan jalan, ruas jalan Banjarharjo-Ngemplak sudah rusak parah bertahun-tahun.

“Ini kan jalan baru. Saya minta agar segera diperbaiki,” pinta Siti. (har/iwa/mg3)

Sleman