SLEMAN – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ dan Ditlantas Polda DIJ menggelar operasi gabungan tonase kendaraan. Razia dilakukan di Lapangan Denggung, Tridadi, Rabu (14/11).

Kasi Pengendalian Lalu Lintas Dishub DIJ, Lazuardi menjelaskan, operasi ini merupakan langkah preventif mengurangi risiko kecelakaan. “Sasarannya adalah masa uji kendaraan, tonase, cara muat, dan administrasi kendaraan,” jelas Lazuardi.

Masih ada pengendara yang sengaja memuat barang melebihi kapasitas. Bahkan barang yang diangkut melebihi panjang kendaraan. “Itu membahayakan. Terutama saat kendaraan tersebut bermanuver atau melewati tanjakan. Kendaraan bisa mati mesin dan mundur. Berbahaya sekali,” kata Lazuardi.

Operasi berlangsung sejam, dari pukul 09.15 hingga 10.15. Ada 123 kendaraan yang diperiksa. Sebanyak 25 kendaraan dinyatakan melanggar dan harus sidang di tempat.

Lima orang sopir tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Sembilan kendaraan melebihi muatan, sembilan kendaraan habis masa uji, dan satu melanggar aturan tata cara muat.

Sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada tiga aspek yang menjadi sasaran utama. Administrasi kendaraan, teknis dan laik jalan. “Yang melanggar rata-rata kelebihan muatan dan masa uji habis,” kata Lazuardi.

Kasubdit BinGakun Ditlantas Polda DIJ, AKBP Heru Setiawan mengatakan, kendaraan yang melebihi tonase merusak jalan. “Kecelakaan bisa diakibatkan muatan berlebihan. Tidak kuat menanjak dan terguling,” kata Heru.

Dia meminta pengendara memfungsikan kendaraan sesuai peruntukan. Truk yang sejatinya angkutan barang jangan digunakan untuk mengangkut orang.

“Ini operasi keselamatan. Masyarakat tolong patuh agar bisa meminimalisasi risiko celaka di jalan,” pintanya. (har/iwa/rg/mg3)

Sleman