SLEMAN – Para petani tembakau bahagia. Sebab pada September ini tembakau yang mereka tanam sudah siap untuk dipanen.

Salah seorang petani tembakau, Muslih, menanam tembakau pada Juli. Sudah tiga kali memetik daun tembakau. Dia memliliki lahan di Dusun Dalem, Tamanmartani, Kalasan.

Dari lima hektare lahan tembakaunya, sudah menghasilkan empat ton tembakau. “Sudah daun ketiga yang saya petik,” ujar Muslih kemarin.

Dikatakan, kawasan Dalem terkenal dengan tembakaunya. Sejak dulu warga setempat konsisten menanam tembakau. Bahkan dua tahun lalu saat cuaca buruk warga masih menanam tembakau.

Pada 2016, dia bermodalkan Rp 100 juta, namun hanya menghasilkan panen tembakau Rp 80 juta. “Tidak balik modal, tapi bagi saya tidak masalah,” kata Muslih.

Tahun ini, dia optimistis mendapatkan panen tembakau lebih baik. Sebab cuaca di Sleman minim curah hujan yang cocok untuk tembakau. “Kalau cuacanya panas saya optimistis bisa meraup untung,” kata Muslih.

Pada pemetikan daun tembakau kali ketiga ini, per kilogram dijual Rp 45 ribu. Harga tersebut meningkat. Pada petikan pertama hanya Rp 15 ribu per kilogram.

Muslih mengatakan persoalan yang masih sering dihadapi petani tembakau adalah virus. Ada beberapa daun keriting karena virus. “Namun tidak banyak memengaruhi hasil panen,” tegasnya.

Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Edi Sri Hartanto mengatakan panen tembakau memang dimulai September. “Kami tidak mematok target panen tembakau,” kata Edi. (har/iwa)

Sleman