SLEMAN-Suara knalpot motor-motor lawas mendominasi Jogjakarta sejak dua hari ini. Puncaknya adalah konvoi motor Harley Davidson (HD) dari kawasan Candi Prambanan hingga Tebing Breksi, Sabtu (21/7). Tercatat sebanyak 242 motor keluaran antara 1903 hingga 1984 beriringan rapi.

Konvoi tidak hanya sekadar barisan motor biasa. Dalam kesempatan ini adapula pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Berupa rekor kategori konvoi Harley Davidson Vintage dari Candi Prambanan ke Tebing Breksi.”Kami juga mengusung kearifan lokal khas Jogjakarta. Setiap pengendara menggunakan pakaian adat Jawa, seperti sorjan dan blangkon,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara Boyke Soerianata.

Pemecahan rekor ini merupakan rangkaian dari kegiatan Vintage Harley Davidson Enthusiast Indonesia (VHDI). Dipilihnya Jogjakarta, Prambanan khususnya dengan alasan karena merupakan cagar budaya dan cagar alam yang masih natural.
VHDI, lanjutnya, menjadi ajang rutin tahunan. Kegiatan ini menghadirkan ribuan pecinta HD lawas dari seluruh nusantara.

Berangkat dari ide inilah akhirnya tercetus upaya pemecahan rekor. Ada tiga titik pemberangkatan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.”Selain rekor kami juga mengadakan bakti sosial dan penanaman 1000 bibit pohon,” ujarnya.

Dikatakannya, event inibertujuan mempertahankan kelestarian motor HD Vintage. Mirisnya beberapa kolektor justru menjual aset berharga tersebut ke luar negeri. Terlebih setelah diiming-imingi dengan harga jual yang cukup tinggi. “Dulu harga motor HD keluaran lama biasanya harga di pasaran Rp 30 juta sampau Rp 35 juta. Namun saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 350 juta. Sehingga VHDI itu ajang srawung khususnya HD tipe UL, WLA, Sportster, JD,” katanya.

Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati mengatakan rekor tergolong baru. Konvoi sebanyak 242 HD lawasan tercatat sebagai rekor MURI nomor 8. 511. Sebelumnya memang ada, namun beda kategori. Berupa berkumpulnya HD di bawah tahun pembuatan 1963, di Semarang Jateng 27 Mei lalu. Saat itu hanya tercatat 32 kendaraan HD yang berkumpul di satu titik. “Selain itu juga ada konvoi HD sebanyak 816 kendaraan tanpa dibatasi tahun produksinya di Jakarta, 2011 lalu. Jadi kalau yang di Jogjakarta ini kategori baru,” katanya. (dwi/din/mg1)

Sleman