SLEMAN – Kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, dalam menjaga kebersihan benda cagar budaya (BCB) harus ditingkatkan. Bila perlu aparat bisa melakukan tangkap tangan pelaku pengrusakan atau sekadar corat-coret (vandalisme) BCB. Bagaimana tidak, baru seminggu dibersihkan dengan cat putih, Buk Renteng Van Der Wijck kembali ternoda. Tembok saluran irigasi di wilayah Tempel dicorat-coret dengan cat semprot Selasa (15/2) malam. Coretan menunjukkan pelaku merupakan salah satu geng sekolah.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara mengutuk keras aksi ini. Ditegaskan, Buk Renteng yang dibangun pemerintah Belanda pada 1909 adalah BCB yang telah ditetapkan oleh gubernur DIJ pada 2010. Karena itu, setiap bentuk pengrusakan melanggar UU No. 11/2010 tentang Cagar Budaya. “Jika pelaku tertangkap ada konsekuensi hukumnya,” tegas Aji kemarin (22/2).
Dikatakan, Buk Renteng selalu dijaga oleh warga setempat. Bahkan, ronda malam dilakukan demi mencegah aksi corat-coret. Namun, warga tetap kecolongan.
Menurut Aji, aksi vandalisme harus dilawan dengan gerakan bersama melalui komunitas sadar budaya. Itu sudah dilakukan oleh warga Tempel. Namun, pelaku vandalisme ditengarai bukanlah warga setempat.
“Kalau dari penuturan warga, coretan itu bukan dari kelompok sekolah di wilayah Tempel atau Minggir. Pelaku kerap mengulang karena ada kepuasan ketika bisa melakukan aksi dengan sasaran objek publik,” ujarnya.
Warga pun kembali mengecat ulang tembok yang ada coretannya kemarin pagi. Sayangnya, pengecatan belum merata semua sisi. Coretan cat semprot masih tampak di sisi dalam yang berbatasan dengan pekarangan warga. “Memang butuh sinergitas antara pemerintah dan warga untuk menangani masalah ini,” lanjutnya.
Sementara Ketua Desa Budaya Banyurejo Giyatno menyatakan, vandalisme yang terus berulang tak bisa ditoleransi. Apalagi, papan peringatan yang ditempel di Buk Renteng kerap tak diindahkan oleh tangan-tangan jahil.
Untuk meminimalisasi aksi vandalisme, warga sengaja mencantumkan nomor telepon Polsek Tempel. Tujuannya, jika ada seseorang yang melihat aksi corat-coret Bok Renteng bisa segera melapor ke polisi. Supaya pelaku bisa segera diringkus. “Yang mencoret diminta untuk membersihkan sendiri. Jika itu nama sekolah, kami undang siswa-siswa sekolah itu untuk membersihkan. Sebagai bentuk tanggung jawab,” tegasnya. (dwi/yog/mg1)

Boks