SLEMAN – Ratusan umat Hindu se-DIJ menggelar kirab sesaji Wana Kerti di lereng Merapi Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, kemarin (12/2). Acara ini diadakan sebagai bagian dalam menjaga keseimbangan dengan alam.

Mereka membawa empat buah gunungan beragam bentuk dan ukuran yang terbuat dari hasil pertanian yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, dan padi. Gunungan ini sebagai simbol rasa syukur atas karunia sang pencipta.

Puncak kirab sesaji diakhiri dengan penanaman pohon yang merupakan rangkaian awal Hari Raya Nyepi tahun 1939/2017 masehi.

Koordinator kirab I Wayan Ordi Yasa menggatakan, tujuan utama dari kirab sesaji Wana Kerti untuk mengembalikan alam. Terlebih pasca erupsi Merapi 2010 silam.

Dalam menjaga alam, selain membawa gunungan buah-buahan dan sayuran, umat juga melepas hewan berkaki empat sebanyak lima ekor.

Kirab sesaji Wana Kerti tahun ini merupakan kirab bersama gunungan yang pertama kali. Kegitaan ini mengambil tema Dengan Semangat Hari Raya Nyepi Tahun 1939 atau 2017 Masehi, Kita Membangun Harmoni dalam Kebhinekaan.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir dalam acara itu mengatakan, kirab ini sebagai bentuk syukur dan anugerah yang diberikan Tuhan. “Mengembalikan Merapi seperti sedia kala, zat-zat yang sudah keluar itu dikembalikan lagi,” jelasnya. (sky/ila/mg2)

Seni dan Budaya