SLEMAN –Polres Sleman cukup kesulitan untuk mengungkap kasus pembakaran delapan rumah di wilayah Godean dan Gamping, Minggu (5/2). Itu lantaran minimnya saksi dan barang bukti kejahatan.

Kendati demikian, penyidik tak patah arang. Sambil menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim laboratorium forensik Semarang, penyidik mencoba membuat sketsa wajah terduga pelaku bermodalkan keterangan saksi dan gambar tayangan CCTV.

“Kami libatkan ahli sketsa wajah,” ujar Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria kemarin (10/2).

Menurutnya, ada kesesuaian ciri-ciri fisik terduga pelaku yang digambarkan oleh para saksi dari setiap tempat kejadian perkara (TKP).

Burkan mengklaim, sejauh ini proses penyelidikan telah mengarah kepada sosok pelaku. Hanya, mengenai motifnya Burkan belum bisa mengungkapkan. Alasanya, aksi pembakaran menimpa korban dengan latar belakang berbeda-beda.

“Sasarannya kan bukan politikus saja. Modusnya baru ketahuan kalau pelaku sudah dibekuk,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan manual, lanjut Burkan, ditemukan unsur bahan bakar di lokasi kejadian. Selain tercium bau bubuk mesiu atau mercon juga terdeteksi adanya bahan bakar cair.

Belum selesai menyelidiki kasus kebakaran delapan rumah, polisi kembali disibukkan menelusuri perkara serupa yang menimpa rumah Suharjono, warga RT 1/RW 12, Kaliabu, Gamping pada Kamis (9/2) malam. Meski tak ada korban jiwa, dua sepeda motor di dalam rumah turut terbakar.

Warga setempat menduga peristiwa tersebut ada kaitannya dengan kasus kebakaran lain sebelumnya. Namun, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi menduga, terbakarnya rumah Suharjono tidak ada unsur kesengajaan. “Hasil olah TKP penyebabnya korsleting listrik,” katanya. (bhn/yog/mg2)

Sleman