SLEMAN – Pemkab Sleman akhirnya memanggil Kepala Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan Pairin kemarin (6/2). Pemanggilan itu untuk menggali lebih jauh mengenai awal mula pembangunan objek wisataThe Lost World Castle.

Dalam pertemuan di kantor sekretariat daerah, Pairin dihadapkan dengan para pemangku kewenangan dari dinas pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman (DPUPKP), dinas pertanahan dan tata ruang, dinas pertanian, dinas pariwisata, dan dinas lingkungan hidup. Keempat pejabat dinas sepakat melarang keberlanjutan destinasi wisata yang berdiri di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi itu.

“Semua kegiatan di sana harus dihentikan,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Sudarningsih.

Kehadiran Pairin juga untuk dikonfrontasi tentang adanya wacana menghidupkan kembali Desa Wisata Petung.

Sudarningsih memastikan wacana itu tak mungkin bisa berjalan. Sebab, KRB 3 merupakan area terdampak langsung erupsi Merapi. Kawasan tersebut terlarang untuk permukiman penduduk maupun pendirian bangunan permanen. “Tak mungkin lagi ada desa wisata di Petung,” tandas mantan staf ahli bupati Sleman itu.

Sementara itu, Pairin mengaku legawa dengan keputusan hasil rapat. Kendati demikian, dia tetap minta solusi kepada pemkab jika harus menutup objek kastil mini tersebut. Dia berdalih telah mengeluarkan investasi besar. Lebih dari itu, gardu pandang itu dianggap mampu menggerakkan roda perekonomian warga setempat. Saat itu Pairin juga menunjukkan AD/ART paguyuban warga Petung. Salah satunya menyebut tentang pengelolaan lokasi wisata. Dia mengklaim, paguyuban warga terpisah dari The Lost World Castle.

Pairin tak menampik jika wilayahnya tersampu bersih oleh material erupsi Merapi 2010. Tak satupun aset wisata yang terselamatkan. Bahkan, kebun dan pengolahan kopi Merapi yang merupakan satu-satunya potensi andalan saat itu sirna tak berbekas. Hal itulah yang mendorong pemkab mencoret Petung sebagai salah satu desa wisata di Sleman pada 2011.

Namun, kondisi kawasan tersebut saat ini telah berubah drastis. Karena itulah warga setempat berniat menghidupkan kembali desa wisata Petung. Dengan potensi peternakan sapi dan taman bunga. Mereka patungan dengan sistem saham sebagai modal. “Jadi adanya saham itu swadaya warga untuk menghidupkan desa wisata. Saat ini tanaman kopi juga sudah panen hingga tiga kali setelah recovery,” ucap Pairin.(dwi/yog/mg2)

Sleman