SLEMAN – Respons positif terus ditunjukkan sekolah-sekolah di Sleman dalam menyambut pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), khususnya untuk tingkat SMP.

Hingga kemarin (5/2) tak kurang 137 SMP siap menggelar UNBK. Meskipun tak semuanya secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Arif Haryono mengatakan, sebanyak 82 sekolah siap mandiri. Sisanya menumpang di sekolah lain (SMA atau SMK). “Yang menumpang sudah kami pastikan tidak jauh dari lokasi asal sekolah,” ungkapnya.

Dikatakan, kebijakan UNBK sebenarnya tidak dipaksakan. Karena hal ini berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang ujian.

Sementara, beberapa sekolah pelaksana UNBK mandiri, lanjut Arif, sedang mematangkan persiapan. Salah satunya, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan. Dari kebutuhan seratus komputer, kini telah tersedia 54 unit. Untuk memfasilitasi 271 siswa peserta ujian.

Kepala SMP MBS Prambanan Agus Yuliyanto mengaku terus berupaya melengkapi fasilitas. Meminjam laptop milik guru dan wali siswa menjadi solusi alternatif. Sekolah juga akan menambah daya listrik dan jaringan internet.

“Siswa kami sudah sangat siap. Selama ini mereka sudah akrab dengan penggunaan komputer. Apalagi akhir bulan ini juga ada simulasi resmi dari dinas,” ujarnya.

Jumlah sarana komputer di SMPN 3 Berbah malah berlebih. Dari kebutuhan 43 unit, tersedia 45 komputer.

Instalasi listrik dan internet juga telah dioptimalkan. Jenset sebagai sarana antisipasi listrik padam juga sudah siap. “Kami akan mencoba simulasi mandiri. Ada juga tawaran dari sebuah SMA untuk simulasi di sekolah mereka,” kata Kepala SMPN 3 Berbah Sri Handayani.(dwi/yog/mg2)

Sleman