Lelang Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sleman

SLEMAN – Deretan kursi kosong jabatan pimpinan tinggi pratama (setingkat eselon II/b) di lingkungan Pemkab Sleman semakin panjang. Itu menyusul masa purna tugas R. Djoko Handoyo selaku asisten sekretaris daerah bidang administrasi per 1 Februari.

Dengan begitu, saat ini ada delapan kursi panas yang harus diperebutkan melalui jalur lelang. Meskipun ada kemungkinan, pengisian jabatan cukup dengan menggeser pejabat yang sederajat. Selain asisten sekda, tujuh jabatan kosong untuk mengisi posisi kepala Dinas Dinas Pertanahan dan Tata Ruang; Dinas Kebudayaan; Dinas Pemuda dan Olahraga; Dinas Perhubungan; Satpol PP; dan dua staf ahli bupati.

Menariknya, informasi yang beredar di lingkungan pemkab, posisi staf ahli bupati justru paling banyak diminati dibanding enam jabatan strategis lainnya. “Ya, karena risikonya paling minim. Tidak sebagai pengguna anggaran. Apalagi situasinya sedang seperti ini,” ungkap sumber Radar Jogja di lingkungan Sekretariat Daerah Sleman kemarin (2/1).

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu tak menyebut pasti situasi yang dimaksud. Namun, jabatan staf ahli dinilai cukup lumayan sebagai batu loncatan bagi pejabat eselon III. “Lumayan karena untuk mendapatkan jabatan strategis nantinya cukup dengan pergeseran,” ungkap sumber yang berencana mengikuti lelang jabatan ini.

Pernyataannya merujuk pada lima mantan staf ahli bupati, yakni Sri Murni Rahayu, Sudarningsih, Fransisca Retno Wisudawati, Kunto Riyadi, Jazim Sumirat. Sepuluh bulan setelah pelantikan Sri Purnomo sebagai bupati Sleman, kelimanya digeser untuk menduduki jabatan kepala dinas. Kecuali Fransisca Retno Wisudawati sebagai sekretaris DPRD.

“Yang jelas, besok dilihat saja. Benar tidak jika lowongan staf ahli bupati nantinya yang paling banyak diminati,” ungkap sumber lain yang cukup berpengaruh di Gedung Parasamya.

Sementara per 1 April satu lagi jabatan pimpinan tinggi pratama dipastikan kosong. Yakni, kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP), yang saat ini dijabat Iswoyo Hadiwarno. Tak lebih dua bulan Iswoyo memasuki masa pensiun.

Sekda Sumadi tak menampik kemungkinan tingginya peminat lowongan staf ahli bupati. Pernyataannya sekaligus menepis rumor bahwa jabatan tersebut hanya sebagai sarana untuk “mengotakkan” pegawai, sebagaimana kabar yang santer beredar selama ini. Seperti dialami bekas Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Rini Murti Lestari.

Sementara terkait lelang jabatan, Sumadi menargetkan paling bulan ini sudah dimulai tahapannya. Itu dengan asumsi proses pelantikan pejabat pada April. “Saat ini kami sedang menyusun panitia seleksi. Komposisinya 55 persen dari luar pemkab dan sisanya dari aparatur pemerintah,” jelasnya.

Sumadi menjamin transparansi proses lelang. Seleksi akan digelar secara terbuka. Kendati demikian, jabatan asisten sekda dan kepala BKPP tak ikut dilelangkan tahun ini. Alasannya, belum dianggarkan di APBD 2017. Sementara pengisian jabatan tak bisa diagendakan dengan anggaran perubahan.

Di sisi lain, Iswoyo menjelaskan, para calon peserta lelang jabatan hanya boleh melamar pada satu jabatan. Tidak boleh dobel. Agar mereka fokus dalam proses seleksi. Tiap lowongan dibutuhkan minimal empat pelamar. Mereka yang bisa mengikuti lelang jabatan bisa berasal dari unsur camat, sekretaris dinas, kepala bagian, dan kepala bidang. (dwi/yog/mg2)

Sleman