RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman selalu menjadi sorotan atas banyaknya pengusaha toko modern nakal.

Ya, itu karena institusi pimpinan Pustopo tersebut menjadi lembaga yang bertanggungjawab melakukan pembinaan para pelaku usaha.

Kemarin (3/11) Kepala Disperindagkop Pustopo angkat bicara mengenai persoalan itu.

Pustopo menegaskan, tak ada toleransi bagi toko modern berjejaring yang melanggar peraturan daerah. Misalnya, tak berizin atau berdiri kurang seribu meter dari pasar tradisional. Apalagi, ulah manajemen Alfamart di Condongcatur, Nologaten, dan Maguwoharjo yang nekat memerintahkan karyawan toko untuk membuka segel Satpol PP. Toko tersebut tetap beroperasi sampai hari ini meski telah dua kali ditutup paksa petugas.

Kendati demikian, Pustopo berkelit bahwa hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawab pemkab. Alasannya, merusak segel merupakan tindakan pidana. “Karena itu, hal ini bukan lagi ranah pemerintah daerah. Itu kewenangan kepolisian untuk menindak tegas,” dalihnya.

Selain melanggar Perda No. 18/2012 juga pasal 232 KUHP. Pustopo menilai ada unsur pembangkangan dilakukan oleh manajemen toko waralaba tersebut. “Pembangkangan mengacu pada KUHP bukan ke perda,” lanjut dia.

Disinggung mengenai sanksi social, Pustopo tidak mengiyakan. Dirinya memilih tetap beracuan pada perda terkait. Ditanya soal wacana blacklist untuk pendirian toko modern nakal juga tidak diamininya. Pustopo beralasan, izin usaha toko modern tetap merujuk pada peraturan daerah.

Dikatakan, pendirian toko modern berjejaring harus memenuhi beberapa tahapan. Pertama, sosialisasi kepada warga sekitar. Selanjutnya, melihat kuota dalam satu wilayah. Terpenting memperhatikan status jarak dengan pasar tradisional.

“Kalau ngeyel tetap buka padahal melanggar seharusnya sudah tahu konsekuensinya. Tinggal tunggu waktu saja untuk pelanggar ini. Pastinya saya dan bupati Sleman komitmen untuk menjaga perda pendirian toko jejaring,” ujarnya.

Kepala Seksi Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Sleman Rusdi Rais telah melaporkan perusakan segel ketiga Alfamart ke Polres Sleman. “Ini upaya final dan terakhir yang bisa kami tempuh untuk menertibkan tiga toko tersebut,” katanya.(dwi/yog/ong)

Sleman