SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
DUKUNG PARIWISATA: Menteri BUMN Rini Soemarno di Stasiun Maguwo untuk mencoba kereta Prameks yang di-rebranding dengan Spirit Joglosemar sebagai transportasi pendukung pengembangan wisata, Rabu (27/4)
SLEMAN – Kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) tak sekadar sebagai transportasi penghubung antarkota saja. Lebih dari itu, kereta ini sebagai pendukung pengembangan pariwisata di wilayah Jogja, Solo, dan Semarang. Berangkat dari situ, Prameks mengalami rebranding. Desain batik bertemakan Spirit Joglosemar membalut bagian luar kereta itu.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Stasiun Maguwo, Rabu (27/4). Rini datang bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian BUMN. Termasuk direktur di sejumlah perusahaan BUMN seperti PT KAI, PT Angkasa Pura, PT Garuda Indonesia, dan Perum Damri. Setibanya di Stasiun Maguwo, Rini menyempatkan mencoba E-Kiosk, sebuah mesin cetak tiket mandiri.

Setelah itu, dia memasuki gerbong kereta Prameks yang sudah di-branding motif batik. Kereta lalu berangkat menuju Stasiun Tugu Jogjakarta. “Spirit Joglosemar ini dilakukan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di wilayah Jogja, Solo, dan Semarang. Beberapa BUMN di wilayah Jawa Tengah dan DIJ bersinergi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di tiga kota tersebut,” kata Rini kepada wartawan.

Di tempat yang sama, Direktur PT KAI Edi Sukmoro menambahkan, kereta ini melayani relasi Jogja-Solo-Kutoarjo. Lalu untuk kereta Kalijaga dengan relasi Solo-Semarang, Kamandaka melayani masyarakat di wilayah Purwokerto-Semarang. “Serta kereta Joglokerto untuk relasi Solo-Jogja-Purwokerto,” jelasnya.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop VI Jogjakarta Hendy Helmi menuturkan, untuk tahap awal, Daop VI baru menyediakan satu rangkaian Prameks dengan beberapa motif seperti Prambanan, Borobudur, Lawang Sewu, Sam Pho Kong, dan Candi Boko. Semua stiker tertempel di bagian eksterior gerbong.

“Kami punya enam train set Prameks dengan kapasitas penumpang 400 dan 800 orang. Tapi tahap awal baru satu set dahulu yang ditempel stiker,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Manager Corporate Communication PT KAI Daop VI Eko Budiyanto mengatakan, Stasiun Maguwo juga dipilih menjadi stasiun intermoda atau pusat transportasi terpadu. Sebab, stasiun tersebut merupakan lokasi yang terintegrasi dengan bandara dan angkutan berbasis jalan raya.

Selanjutnya, Stasiun Maguwo nantinya akan terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. “Dengan adanya intermoda ini diharapkan seluruh destinasi wisata di wilayah Joglosemar dapat saling terkoneksi,” ungkapnya.

Selain itu, dalam waktu dekat Daop VI juga akan membuka kembali Stasiun Brambanan sebagai stasiun pemberhentian penumpang. Sebab, selama ini stasiun itu hanya dijadikan sebagai stasiun perlintasan dan langsir. Namun dalam perkembangannya, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan, maka ide membuka stasiun tersebut menjadi opsi yang ikut menunjang kunjungan wisata. (riz/ila)

Jogja Utama