BANTUL – Selain Kulonprogo, Pemkab Bantul menjadi salah satu dari dua penerima penghargaan dalam peringatan hari Otonomi Daerah ke-20, Senin (25/4) malam. Itulah benih kinerja pemerintahan era Bupati Sri Surya Widati, yang penghargaannya diterima Bupati Bantul Suharsono. Ya, penghargaan atas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah kabupaten se-Indonesia.

Pemkab Bantul memperoleh peringkat ke-6 atas penghargaan Satyalancana Karyabhakti Praja Nugraha. Penghargaan diserahkan Dirjen Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Sumarsono di Kulonprogo.

Karena itulah, Suharsono bertekad mempertahankan prestasi tersebut. Bahkan, meningkatkannya. Untuk keperluan itu, Suharsono berencana memperbaiki sistem yang telah berjalan, sekaligus menambah dengan program-program baru.

“Penghargaan itu mencerminkan keberhasilan capaian kinjerja pemerintahan,” ujarnya kemarin (26/4).

Bagi Suharsono, penghargaan ini terasa istimewa. Mengingat, selain hanya ada dua kabupaten di DIJ yang menggondol prestasi serupa, itu merupakan penghargaan pertama yang diterimanya sejak dilantik menjdi bupati.

Suharsono mengatakan bahwa penghargaan tersebut mengacu pada laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) 2015. Prosesnya, laporan tahunan itu diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri. Lalu, dibandingkan dengan LPPD pemkab se-Indonesia. “Nah, hasil perbandingan inilah yang menjadi penentuan penghargaan,” jelasnya.

Selain Kulonprogo dan Bantul, penghargaan serupa diberikan kepada Pemkab Tulungagung, Pinrang, Sidoarjo, Pasaman, Nganjuk, Lamongan, Kudus, dan Bintan. Sementara, untuk kategori pemerintah kota diberikan kepada Pemkot Surabaya, Semarang, Probolinggo, Samarinda, Madiun, Balikpapan, Surakarta, Malang, Blitar, dan Mojokerto.(zam)

Sleman