Sakit tidak menjadi halangan bagi Sri Muslimatun agar tetap bisa mengabdi kepada masyarakat. Wakil bupati Sleman itu tak mau berlama-lama menginap di rumah sakit untuk menjalani perawatan meski baru saja menjalani operasi patah tulang jari kaki.

BAHANA, Sleman
Minggu (24/4) memang merupakan tanggal merah atau hari libur bagi umumnya pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Namun tidak demikian bagi para pejabat publik. Termasuk salah satunya Sri Muslimatun. Meski libur, hari-harinya tetap disibukkan dengan banyak agenda lapangan.

Rasa lelah pun seolah tak dirasakan. Hingga terjadi insiden yang menyebabkan tulang jari kaki Muslimatun patah. Hanya gara-gara kaki Bu Mus, begitu sapaan akrabnya, tersangkut kabel saat dia berjalan ke podium untuk mengucapkan sambutan pada acara Mujahadahan di Kenayan, Wedomartani, Ngemplak. “Waktu berjalan saya jalan tidak lihat ke bawah kalau ternyata ada kabel,” tuturnya di Ruang Amarta, RSUP Dr Sardjito kemarin (26/4).

Masih mengenakan pakaian perawatan, Bu Mus tetap menunjukkan keramahannya menanggapi para awak media yang menanyakan tentang kesehatannya. “Alhamdulillah operasi berjalan lancer. Hanya sekitar 20 menit,” lanjut isteri Kades Sendangadi, Damanhuri itu.

Usai menjalani operasi dua tulang jari kaki bagian tengah dan jari manis oleh dokter spesialis ortopedi, Bu Mus menyatakan telah fit kembali. Bahkan, sosok yang juga dikenal sebagai bidan senior di Sleman itu mengaku siap kembali menjalani rutinitas sebagai wakil bupati, mendampingi Sri Purnomo.

“Setelah (operasi) ini saya sudah bisa pulang, kok. Dan besok (hari ini) langsung kerja,” tuturnya.

Dua kawat yang terpasang pada jari Muslimatun tak menjadi masalah baginya untuk kembali melayani masyarakat. (yog)

Sleman