Setiaky
PULANG: Juminten memilih untuk kembali ke rumahnya di Bantaran Sungai Code.
SLEMAN – Hampir dua minggu berada di pengungsian, ternyata warga terdampak talud amblas, di bantara Sungai Code yang masuk wilayah RT 10 Sendowo, Sinduadi, Mlati, Sleman mulai tidak betah. Sejak Jumat (22/4) warga memilih kembali ke rumah masing-masing. Salah satu pengungsi, Juminten, 59 tahun, mengaku sudah sepuluh hari, dirinya bersama Sembilan anggota keluarga lainnyanya mengungsi ke rumah milik Sumitro, yang dirasa lebih aman.

“Di pengungsian, kami disediakan tiga kamar. Tapi lebih enak di rumah sendiri. Bahkan hari pertama, anak-anak sudah nggak betah pengin pulang ke rumah,” kata Juminten kepada Radar Jogja saat ditemui di rumahnya, Minggu (24/4).

Dia menjelaskan, tempat pengungsian hanya digunakan untuk tidur saat hari. Kemudian saat siang hari, warga beraktivitas seperti biasa. Mereka kembali kepengungsian jika air Sungai Code naik atau hujan deras.

“Dapur umum yang ada, hanya digunakan pada siang hari. Sebab ketika pagi dan sore warga lebih memilih memasak di rumah sendiri. Dapur umum diperuntukkan untuk warga dan relawan yang membantu mengerjakan perbaikan talud,” jelas perempuan asal Kulonprogo.

Perempuan yang tinggal di bantaran Sungai Code sejak 2001 ini mengaku sudah mendapatkan izin dari pihak RT dan dukuh untuk kembali ke rumah. Ini didasari karena kondisi talud yang amblas sudah lebih aman meski perbaikan belum benar-benar rampung.

Sementara itu sejak kejadian talud amblas 4 April lalu, kondisi jalan kampung yang terdampak masih tetap seperti sedia kala belum ada perbaikan berarti. Tanah ambles hampir setengah meter dengan panjang hampir 10 meter diberi tumpukan karung pasir guna mencegah masyarakat berlalu lalang menggunakan kedaraan.

Sementara fokus perbaaikan saat ini masih dilakukan di area depan talud yang amblas dengan memasng bronjong. Puluhan bronjong sudah terpasang setinggi hampir dua meter.

Ketua RT 10 Sarijan yang juga menjadi korban talud ambles membenarkan kalau sebagian besar warga kembali ke rumah masing-masing. Mereka yang kembali merupakan warga asli yang tinggal di bantaran Sungai Code.

Dari 31 jiwa ada lima orang yang belum kembali. Mereka memilih pulang ke daerah asal dan pindah kost,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, kondisi bantaran Sungai ode benar-benar rawan pasca-talud amblas.

“Saya sudah koordinasi dengan instansi terkait agar talud benar-benar selesai diperbaiki sehingga warga bisa nyaman tinggal,” tandasnya. (bhn/dem)

Sleman