AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
TEKEN MOU: Direktur Utama BPR Bank Bantul Dra Aristini Sriyatun dan Kajari Bantul Ketut Sumedana usai penandatanganan nota kerjasama (MoU) antara Bank Bantul dengan Kejari Bantul, kemarin.
BANTUL – Kredit macet dan nasabah nakal hampir selalu dialami setiap lembaga per-bankan. Demikian pula yang terjadi di PD BPR Bank Bantul. Nah, demi meminimalisasi kerugian akibat nasabah nakal, perusahaan pelat merah itu menggandeng Kejaksaan Ne-geri (Kejari) Bantul. Kerjasama tersebut difokuskan untuk me-nyelesaikan masalah hukum yang ditimbulkan oleh ke-curangan nasabah, khususnya terkait piutang kredit. Ke depan, kejari akan menjadi ujung tombang Bank Bantul untuk menekan tingkat kenakalan nasabah.Direktur Utama BPR Bank Ban-tul Dra Aristini Sriyatun meng-ungkapkan bahwa kerjasama badan usaha milik daerah (BUMD) yang dipimpinnya dengan korps Adhiyaksa sesuai arahan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Lembaga perbankan dilarang menggunakan jasa debt collector ketika berurusan masalah kredit dengan nasabah,” jelasnya di-sela penandatanganan materi kerjasama (MoU) Bank Bantul dengan kejari setempat kemarin (12/4). Pihak kejaksaan diwa-kili Kajari Ketut Sumedana SH.Selaku pengacara negara, da-lam kerjasama tersebut kejari juga ditunjuk sebagai penga-cara Bank Bantul. Nantinya, bantuan hukum ditangani oleh jaksa Bidang Perdata dan Tata Usaha Negera (Datun).Kerjasama tak lepas dari pe-ngalaman Bank Bantul yang pernah ditipu oleh nasabah yang emoh melunasi utang kreditnya. Ternyata, nasabah tersebut me-malsukan buku BPKP kendara-an bermotor yang menjadi jaminan kredit. Meski nasabah tersebut telah diadili dan di vonis bersalah oleh pengadilan, ma-najemen Bank Bantul lebih berhati-hati saat akan mengu-curkan kredit. “Kalau nanti ada kredit tidak bisa ditagih, akan kami serahkan ke kejaksaan,” tegas Aristini.Kajari Ketut Sumedana sangat apresiatif terhadap langkah Bank Bantul. Menurutnya, kerjasama tersebut membuktikan bahwa manajemen perusahaan ingin roda bisnis lembaganya berjalan dengan baik. “Kami juga membuka diri un-tuk konsultasi masalah hokum. Silakan saja,” katanya.Sekadar diketahui, Bank Ban-tul telah menyalurkan kredit kepada masyarakat sebesar Rp 315 miliar. Pinjaman tersebut diberikan untuk berbagai ka-langan. Diantaranya, pelaku usaha kecil, pegawai negeri sipil, buruh pabrik, nelayan, petani, dan pedagang pasar.Ke depan, Bank Bantul juga akan bekerjasama dengan lurah pasar dalam pemberian pinjaman kepada pedagang. Pinjaman disalurkan melalui kelompok. Setiap kelompok dibatasai an-tara 10-20 orang. Setiap ang-gota bisa mengajukan pinjaman hingga Rp 5 juta tanpa agunan. (mar/yog/ong)

Sleman