SLEMAN – Sektor peternakan dan pertanian masih menjadi andalan Pemkab Sleman mendongkrak roda perekonomian masyarakat. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Suyamsih menyebut, sedikitnya 28 persen dari total penduduk Sleman sekitar 1,1 juta jiwa bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.

Suyamsih mengatakan, sektor peternakan terus mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2015 tercatat, populasi sapi potong mencapai 53.022 ekor, sapi perah 3.748, dan ayam buras 1.544.670 ekor. Secara umum, jumlah populasi ternak tersebut meningkat 0,06-0,08 persen dibanding capaian pada 2014.

Peningkatan hasil peternakan tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam program swasembada pangan. Efisiensi pakan, salah satunya.

Nah, untuk hal tersebut, sejumlah petani telah melakukan terobosan baru guna menekan biaya pakan. Seperti dilakukan Kelompok Ternak Sapi (KTS) Andini Manggambar Karanggeneng, Sendangadi, Mlati. Memanfaatkan tanah kas desa seluas 14 ribu meter persegi, anggota kelompok menanam rumput gajah sebagai bahan baku pakan silase.

Silase merupakan pakan ternak yang berasal dari tanaman hijau atau sisa hasil panen berkadar air tinggi yang diawetkan melalui proses fermentasi.

Dengan begitu, peternak tak hanya bisa menekan ongkos produksi. Lebih dari itu, mereka tak lagi harus bergantung pada pakan pabrikan yang relatif lebih mahal.

“Cara ini sebagai alternatif mengatasi krisis pangan akibat keterbatasan lahan hijau. Silase juga bisa dibuat dari biji-bijian,” ungkap Pendamping KTS Andini Manggambar Tolkhah Akbar kemarin (11/4).

Akbar mengatakan, pakan silase dimanfaatkan bagi 27 anggota kelompok. Mereka mengelola 26 kandang seluas 3.600 meter persegi. Total kandang berisi 61 ekor indukan sapi betina dan 20 sapi jantan. Pertumbuhan populasi rata-rata mencapai 40 ekor setiap tahun.(bhn/yog)

Sleman