SLEMAN – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) rupaya tidak lepas dari kendala teknis. Seperti yang terjadi di SMKN 1 Seyegan, pelaksaan UNBK diwarnai dengan persoalan listrik PLN yang padam dan daya turun.

Kepala Sekolah SMKN 1 Seyegan Cahyo Wibowo menjelaskan listrik pada terjadi pada penyelenggaraan UNBK hari kedua. Kejadian listrik padam dibarengi dengan turunnya hujan dengan intensitas yang cukup deras disertai suara petir.

“Listrik sempat padam selama dua hari. Yakni pada pukul 13.00 siang dan kembali menyala pada sore hari,” kata Cahyo, kemarin.

Beruntung, padamnya listrik tidak mengganggu jalannya UNBK. Karena sekolah sudah memiliki cadangan pembangkit listrik dengan menggunakan genset.

Tidak hanya itu, pada hari pertama pelaksaan UNBK pun, terkendala dengan turunnya daya listrik PLN. Namun, untuk kendala daya listrik turun ini tidak berlangsung lama. Hanya sekitar lima menit.

“Karena daya tidak stabil pengerjaan sempat terhenti sesaat,” tuturnya.

Meski sempat terhenti, kendala tersebut tidak mengganggu jalannya UNBK. Sebab, sistem UNBK telah mengantisipasi kendala-kendala yang dihadapi bila terjadi kerusakan server atau mati listrik.

“Saat sistem berhenti maka secara otomatis hasil dan waktu akan tersimpan. Sehingga saat listrik kembali menyala siswa tidak mengerjakan dari awal,” terangnya.

Dia menjelaskan, penyebab turunnya daya listrik dikarenakan travo PLN masih menjadi satu dengan masyarakat setempat. Akibatnya jika penggunaan listrik naik, maka membuat daya volt ikutan turun.

“Sementara ini masih cukup teratasi dengan penyediaan genset sendiri dengan kapasitas 80 KVA,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono menilai persoalan teknis tersebut cukup wajar terjadi. Namun dibandingkan tahun lalu, tahun ini pelaksanaan UNBK jauh lebih baik.

“Tahun ini sinkronisasi soal dari pusat ke server daerah cukup lancar. Berbeda dengan tahun lalu meski hanya diikuti enam sekolah peserta UNBK, namun ada sejumlah kendala,” tandasnya. (bhn/dem)

Sleman