SLEMAN – Dana desa 2016 yang rencananya bakal cair April ini, ternyata hingga saat ini masih belum ada kejelasan soal aturan. Sebab, agar anggaran tersebut bisa masuk ke kantong pemerintah desa (pemdes) masih harus menunggu perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Sleman. Menurut Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sleman Mardiyana, perubahan aturan disebabkan perbedaan waktu pencairan dana desa dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini, pencairan dana desa dilakukan dua kali dari sebelumnya tiga kali pencairan. Tapi saya yakin tidak akan lama perbup bisa diterbitkan. Sebab kami menargetkan April ini dana sudah bisa disalurkan ke desa,” kata Mardiyana, kemarin (8/4).

Dikatakan, pihaknya telah menerima Peraturan Presiden (PP) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait penggunaan dana desa tahun ini. Dimana dana desa diatur dalam PP Nomor 8/2016 dan PMK Nomor 49/2016.

“Tahun lalu dana desa dicairkan pada bulan April, Agustus, dan November. Tapi tahun ini hanya dua bulan Maret dan Agustus. Dengan pencairan dana dua termin, diharapkan program pembangunan di desa bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Jumlah dana desa yang dibagikan pada tahun ini meningkat cukup fanrasris. Yakni jika pada tahun 2015 hanya sekitar Rp 28 miliar, maka pada tahun 2016 ini menjadi Rp 63 miliar.

“Sleman termasuk kelompok pertama yang menerima dana desa dari pusat. Tinggal kami salurkan berdasarkan perbup baru,” ujarnya.

Menurutnya, penyerapan dana desa selama 2015 untuk wilayah Sleman cukup bagus. Penggunaan dana desa tahun lalu mencapai 99,07 persen. Tidak terserapnya 100 persen dana desa tahun lalu disebabkan mepetnya waktu pencairan.

“Ada pencairan pada bulan November. Itu menyebabkan penyerapan dana desa kurang optimal,” tegasnya

Terpisah, Kepala Desa Condongcatur, Depok, Reno Candra Sangaji setuju dengan mekanisme pencairan dana desa melalui dua tahap. Menurutnya, dengan pola seperti dalam penyerapan dana desa akan lebih lebih optimal untuk penyerapan dana.

“Kami bisa banyak waktu untuk mengerjakan program kami baik kegiatan fisik maupun non fisik, itu lebih terarah,” tandasnya. (bhn/dem)

Sleman