SLEMAN – Pihak Manajemen Rindu Robbi yang diwakili Muhammad Fadhly SPsi memberikan klarifikasi atas pemberitaan Radar Jogja yang berjudul Jamaah Umrah Pulang Sendiri pada tanggal 17 Maret 2016 lalu.

Dibenarkan bahwa jamaah mengalami penundaan karena tiket dari Kuala Lumpur tertanggal 2 Maret 2016 tidak terkonfirmasi, karena oknum perwakilan agen di Kuala Lumpur. Akhirnya Rindu Robbi mengupayakan tiket pengganti sejumlah 83 seat, yang baru diperoleh pada tanggal 6 dan 8 Maret.

“Jamaah tidak terlantar karena diberikan fasilitas menginap di Hotel Aston, di Kawasan Nilai Negeri Sembilan Malaysia dan city tour Malaysia. Hal ini bisa diklarifikasi ke jamaah karena mereka mendokumentasikan city tour tersebut. Tidak benar Saudara Bentar mengungkapkan bahwa city tour tidak jadi,” tulisnya, kemarin.

Kemudian karena program umrah regular pelaksanaan selama sembilan hari, maka jadwal kepulangan jamaah menjadi tanggal 15 dan 16 Maret 2016.

“Namun Bapak Sigit dan keluarga, yang berjumlah empat orang mungkin kurang sabar mengikuti program perjalanan yang sudah di- rescedule biro. Sehingga memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan membeli tiket sendiri,” tuturnya.

Dijelaskan, jika seluruh jamaah ikut dipulangkan bersama Bapak Sigit dan Bapak Bentar lebih awal, akan merugikan jamaah lainnya dan program umrah menjadi kurang dari Sembilan hari.

“Jadi tidak benar bahwa 83 jamaah pulang dengan beli tiket sendiri. Memang ada imbauan kepada jamaah yang memungkinkan untuk penambahan biaya dikarenakan over badget sewaktu di Kuala Lumpur dan itupun nanti akan di upayakan refund atau pengembalian. Alhamdulillah seluruh jamaah sudah sampai di tanah air pada tanggal 16 Maret 2016 pukul 19.15 WIB landing di Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta dengan selamat,” paparnya.

Pihak Rindu Robbi juga mengutip pernyataan jamaah bernama H Djarwoto, 61, yang merasa biro perjalanan telah memberikan fasilitas yang cukup baik selama perjalanan umrah mereka.

“Keberangkatan kami hanya mengalami penundaan saja. Yang seharusnya terbang tanggal 2 Maret menjadi 6 Maret. Karena ada masalah teknis di tiket pesawat,” ungkap Djarwoto.

Pria yang berangkat umrah bersama 18 orang keluarga dan koleganya mengatakan, selama menunggu tiket keberangkatan ke Arab Saudi, pihak Rindu Robbi memberikan fasilitas penginapan hotel berbintang, makan dan jalan-jalan atau city tour di Kuala Lumpur. Antara lain mengunjungi Twin Tower Petronas, Istana Negara, Dataran Merdeka dan Masjid Putra Jaya.

“Saya dan keluarga dapat menjalankan ibadah umrah di sana dengan baik. Dipandu oleh mutowif dari Rindu Robbi. Di sana kami diajak berziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota Madinah seperti Masjid Quba, Kebun Kurma dan Jabal Uhud serta ziarah di kota Makkah seperti Padang Arafah, Mina, Jabal Nur dan lain-lain. Alhamdulillah kami sudah kembali ke Tanah Air dengan selamat pada tanggal 16 Maret 2016 dengan pesawat Garuda Indonesia,” tandasnya. (dem/ila/ong)

Jogja Utama