BANTUL – Sebagai akses baru, jalur jalan lintas selatan (JJLS) ternyata minim fasilitas penerangan. Suasana gelap di sepanjang JJLS setiap malam menimbulkan kekhawatiran warga Dusun Karang, Tirtohargo, Kretek. Diantaranya, kemungkinan tindak kriminalitas pencurian.

Karena itu, warga tak menyia-nyiakan kesempatan saat bertatap muka dengan Anggota DPRD Bantul Supriyono dalam agenda reses di Aula Pesantren Baitul Quran Dusun Sawahan Desa Trimurti, Srandakan, yang juga dihadiri Bupati Bantul Suharsono. Anton, salah seorang warga usul agar Pemkab Bantul segera memasang lampu penerangan.

“Termasuk jalan kampung yang menjadi jalur alternatif ke arah JJLS,” pintanya. Anton juga meminta pemerintah membangun pos ronda di beberapa titik sepanjang JJLS.

Jiran, warga Desa Mulyodadi, Bambanglipuro punya harapan lain. Untuk peningkatan kesejahteraan, warga minta pemkab membuat program pemberdayaan bagi generasi muda. Itu sebagai siasat minimnya lowongan kerja yang ada saat ini. “Irigasi pertanian juga perlu segera diperbaiki,” katanya.

Menanggapi usulan konstituen, Supriyono mengaku segera akan menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah. Menurutnya, pemasangan lampu penerangan, perbaikan irigasi, dan jalan kampung perlu ditingkatkan. Kendati begitu, Supriyono meminta pengertian warga bahwa proyek tersebut tak bisa dilaksanakan serentah. Itu mengingat keterbatasan APBD Bantul.

“Pemkab tentu berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar politikus Partai Bulan Bintang itu. (mar/yog/ong)

Sleman