SLEMAN – Sepeda motor bodong, alias tanpa dilengkapi surat-surat resmi, banyak beredar di wilayah Sleman. Buktinya, Operasi Simpatik Progo 2016 di wilayah Berbah saja, sedikitnya sepuluh motor bodong terjaring. Kini, kendaraan yang sebagian besar tidak terpasang nomor polisi itu disita polisi. Ditahan di Mapolsek Berbah.

“Pemilik yang ingin mengambil sepeda motornya harus melengkapi dulu dengan surat-surat dan kelengkapannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman kemarin (2/3).

Operasi tersebut sebenarnya lebih dititikberatkan pada upaya persuasif bagi pelajar. Guna menekan pelanggaran lalu lintas. Khusus pelajar yang terjaring razia wajib memasang kelengkapan kendaraan di mapolsek dengan didampingi orang tua masing-masing. Kebijakan itu sebagai bentuk imbauan guna menumbuhkan kesadaran berlalulintas.

Mujiman menegaskan, petugas tidak akan melayani pengambilan sepeda motor yang disita jika pemilik tak bisa menunjukkan surat resmi atau enggan melengkapi kendaraanya dengan spion, lampu sein dan knalpot standar.

Masih terkait Operasi Simpatik Progo, polisi menggelar sosialisasi tertib lalu lintas di sekolah-sekolah. Agenda utamanya memberikan pemahaman tentang cara dan perilaku berlalulintas yang aman dan benar.(riz/yog/ong)

Sleman