Harapan Baru Masyarakat Memperoleh Informasi Publik

Langkah Pemerintah Desa Wonokerto, Turi patut ditiru. Meski terkendala akses internet, Sidewo tetap diluncurkan. Itulah Sistem Informasi Desa Wonokerto (Sidewo).

Bahana, TURI
Tak berlebihan jika langkah Pemerintah Desa Wonokerto layak memperoleh apresiasi semua pihak. Tak terkecuali Pemkab Sleman. Kemarin (2/3), Bupati Sleman Sri Purnomo meluncurkan Sidewo. Itulah sistem yang nantinya bakal menjadi pintu masuk ruang keterbukaan informasi publik.

Sidewo diluncurkan memang demi memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengakses informasi apapun tentang desa di lereng Gunung Merapi tersebut. Sidewo menjamin transparansi publik, terutama dalam pelaksanaan roda pemerintahan. “Jadi, masyarakat bisa ikut mengontrol dan mengawasi kinerja perangkat desa,” ujar Kades Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo kemarin (2/3)
Keberadaan Sidewo juga diyakini bisa meningkatkan kinerja aparat pemerintah desa setempat. Dengan pengawasan publik, kinerja aparat desa pun harus lebih maksimal. Baik dalam hal pelayanan maupun administrasi. Apalagi, dengan SIdewo, masyarakat bisa terlibat langsung dan berinteraksi dengan pemerintah desa melalui dunia maya. Masyarakat bukan hanya menjadi penonton. Tapi sekaligus merasakan. Bahkan, bisa mengkritisi kebijakan pemerintah desa secara tidak langsung. Selain itu, masyarakat bisa menyampaikan uneg-uneg atau memberi masukan dan pemikiran untuk turut memajukan desa. “Tanpa kritik kami tidak akan tahu sejauh mana kinerja aparat,” jelasnya,” ungkapnya.

Berbagai data yang bisa diakses warga, diantaranya, potensi wilayah, kependudukan, pertanahan, dan program bantuan yang masuk ke desa. Tomon mencontohkan tentang informasi pertanahan. Sidewo memaparkan memaparkan kas desa, sultan ground, dan lahan pertanian, berikut penjelasan masing-masing.

Bagi Tomon, sistem informasi desa (SID) mutlak diperlukan. Dan harus disegerakan pelaksanaannya. Setidaknya, demi mewujudkan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Sebenarnya kami sudah rancang Sidewo sejak beberapa bulan lalu. Tapi, baru bisa berjalan belum ada seminggu,” ungkapnya kemarin (2/3).

Penerapan SID memang bukan hal mudah. Butuh persiapan panjang hingga Sidewo benar-benar beroperasi. Itupun, masih terkendala sinyal internet yang buruk. Hal itu pula yang dia sampaikan kepada Bupati Sri Purnomo saat peluncuran Sidewo kemarin. Tomon berharap, pemkab membantu memecahkan persoalan sinyal. “Tidak stabil. Kadang bagus, kadang tidak ada sinyal sama sekali,” keluhnya. Tomon optimistis. Masyarakat bakal memperoleh banyak manfaat Sidewo melalui situs desa. Nah, bagi warga yang tak terkoneksi internet, pemerintah desa menyediakan layanan SMS gateway.

“Keterbukaan informasi ini tidak akan pilih-pilih. Yang tidak punya akses internetpun tetap berhak,” jelasnya.

Pemdes Wonokerto memang tak sendirian dalam pengembangan Sidewo. Ada anggota lembaga swadaya masyarakat yang membantu. Terutama, penyiapan sistem.

Bupati Sleman Sri Purnomo cukup apresiatif atas peluncuran Sidewo. Karena itu, orang nomor satu di Sleman itu ikut mengampanyekan Sidewo agar diikuti desa-desa lain. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan desa bisa sejalan dengan visi pemerintah dalam upaya mewujudkan smart regency. “Untuk menghadirkan kabupaten yang cerdas harus didukung oleh desa-desa yang cerdas pula. Wujudkan dulu di desa, lalu ditingkatkan ke kabupaten,” tuturnya.(yog/ong)

Sleman