ASPIRATIF: Anggota DPRD Bantul Bibit Rustamta (pegang mik) saat mengisi acara reses.
BANTUL- Penurunan hasil panen padi awal 2016 dikeluhkan petani di Bumi Projotamansari. Benih padi bantuan pemerintah diduga menjadi biang merosotnya hasil panen. Selain akibat perubahan musim.

Yono, petani asal Bangunjiwo, membeberkan, saat musim tanam memperoleh bantuan benih dengan kualitas yang meragukan, sebab, benih tersebut belum mendapatkan sertifikasi dari Dinas Pertanian dan Kehutanan. Kondisi itu diperparah oleh buruhnya infrastruktur irigasi. Akibatnya, petani merugi karena tanaman padi tidak dapat tumbuh sesuai harapan mereka.

“Kami mohon Dinas Pertanian Bantul dapat menyediakan benih padi yang berkualitas,” katanya saat acara reses yang digelar Anggota DPRD Bantul Bibit Rustamta belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, audiens berharap kepada Bibit agar menyampaikan permasalahan kepada Bupati Bantul Suharsono. Terutama tentang perbaikan saluran irigasi. Setidaknya, rehab sarana pengairan sawah tersebut bisa dilakukan secara bertahap. Agar ke depan, petani tak lagi kesulitan air saat musim tanam.

“Lahan kami sangat tergantung pada air. Jika saluran (irigasi) rusak petani tidak dapat menanam padi dengan baik,” ungkap Yono.

Menanggapi aspirasi petani, Bibit menjelaskan bahwa perbaikan saluran irigasi memang harus dilakukan secara bertahap. Sebab, hal itu berkaitan dengan pengangaran. menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut pada eksekutif. “Tapi, saya akan sampaikan masalah ini kepada eksekutif,” katanya.

Tentang masalah benih, lanjut Bibit, sudah sepatutnya pemerintah menyediakan bahan berkualitas. Guna mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam swasembada pangan.(mar/yog/ong)

Sleman