BANTUL – Sekretaris Tim SAR Pantai Parangtritis Taufiq Faqih Usman menegaskan, upaya pencarian jasad salah satu korban tenggelam di Pantai Parangtritis bernama M. Fatih, 15, hanya selama tujuh hari. Pencarian santri pondok pesantren (ponpes) An-Nur Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon asal Plumbon, Temon, Kulonprogo tersebut berakhir Kamis mendatang (3/3).

“Kalau tujuh hari tidak ditemukan, ya kami hentikan,” ungkap Taufiq kemarin (29/2).

Pencarian tersebut tak hanya melibatkan personel tim SAR. Namun, Basarnas dan Polairud Polda DIJ ikut membantu. Kendati begitu, pencarian intensif telah dihentikan Minggu (28/2). Upaya pencarian saat ini hanya sebatas dengan penyisiran.

di bagian lain, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Lis Ratriani memastikan, tiga korban tenggelam memperoleh asuransi. Walau salah satu jasad korban hingga kemarin belum ditemukan. Namun, persyaratan pencairan klaim asuransi korban hilang menunggu tujuh hari pascakejadian.

“Dua korban meninggal, sudah kami proses pencairannya,” jelasnya.

Lis Ratriani memperkirakan, pencairan klaim asuransi dua korban meninggal pada pekan depan. Klaim asuransi sebesar Rp 10 juta akan diberikan pada keluarga dua korban. Yaitu, Abdan Syakuro, 15, asal Karanganom, Klaten, dan Syafiudin Arrosyid, 15, asal Jipangan, Mulyodadi, Bambanglipuro. “Untuk korban hilang kami klaimkan Rp 10 juta juga,” ujarnya.

Menurutnya, setiap pengunjung di Pantai Parangtritis dilindungi asuransi. Begitu juga dengan objek wisata pantai lainnya. Asuransi melekat dengan pembayaran retribusi masuk. “Setiap tiket masuk, Rp 250 untuk asuransi,” tambahnya.

Enam santri ponpes An-Nur Ngrukem terseret gelombang saat mandi di Parangtritis. Tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Tiga lainnya terseret hingga ke tengah laut dan tenggelam. Malam harinya, jasad Abdan Syakuro ditemukan dalam kondisi sudah jadi mayat. Lokasi penemuan sekitar 50 meter barat tempat kejadian.

Dua hari kemudian, tepatnya Minggu (28/2), giliran jasad Syafiudin Arrosyid ditemukan. Jasad siswa kelas IX MTs An-Nur itu ditemukan di Pantai Baron, Gunungkidul.(zam/hes/ong)

Sleman