BANTUL – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah Persiba di Pengadilan Tipikor Jogja pada hari ini dipastikan tanpa kehadiran Bupati Bantul Sri Surya Widati. Sebab, istri HM Idham Samawi yang rencananya dihadirkan sebagai saksi ini ber-halangan hadir. “Ndilalah ono surat undangan,” terang Ida, sapaan akrabnya, kemarin (19/5).Ya, pada hari yang sama Ida harus menghadiri acara di Semarang. Acara yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini tak bisa diwakilkan. Sebelum memutuskan menghadiri acara ke Semarang Ida mengaku sempat berkonsultasi kepada Bagian Hukum Setda. Konsultasi ini untuk meminta pendapat apakah dirinya diperbolehkan pergi ke Semarang atau tidak. “Undangannya nanti juga saya sertakan dengan surat izinnya (ke peng-adilan),” jelasnya.
Bupati dipanggil sebagai saksi karena majelis hakim ingin mengorek keterangan seputar terbitnya Perbup No. 1/2011 tentang Hibah. Sebab, perbup yang menjadi landasan pengucuran dana hibah ini dibuat Juli 2011 tapi berlaku mundur Januari 2011. Selain itu, majelis hakim juga ingin mengetahui detail mengenai naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), pengawasan penggunaan dana hibah dana Persiba dan proporsi pembagian hibah antarcabang olahraga.Selain bupati, sidang lanjutan hari ini juga dipastikan tidak akan dihadiri bekas Ketua Banggar DPRD Bantul Tustiyani. Perempuan yang kini tercatat sebagai anggota DPRD DIJ ini mengaku tidak mendapatkan surat panggilan dari kejaksaan tinggi. “Kalau datang malah saya jadi tamu tak diundang,” ucapnya.Sedianya, pemanggilan politikus PDIP ini bertujuan untuk mengetahui proses penganggaran di lembaga legislatif. (zam/din/ong)

Sleman