illustrasi
SLEMAN – Masyarakat diminta untuk mewaspadai praktik penjualan minuman keras oplosan dalam bentuk air minum kemasan. Mereka mengemas secara khusus. Bahkan, botol tersebut bersegel, sehingga membuat pembeli tidak merasa curiga.
Praktik kecurangan ini dibongkar jajaran Polsek Gamping. Dari pelaku Ds, 54, warga Tlogo, Ambarketawang, Gamping, terungkap, miras oplosan yang terbuat dari sari vodka dengan dicampur air minum kemasan.
Kapolsek Gamping Kompol Agus Zaenudin mengatakan, dari pemeriksaan sementara bahwa pelaku meracik sendiri untuk kemudian dijual di kiosnya di Gamping. Pelaku mencampur sari vodka dengan air minum kemasan ini menggunakan suntikan. Air di dalam botol terlebih dulu dikurangi takarannya. Selanjutnya, sari vodka baru disuntikan ke dalam botol. “Lubang bekas suntikan ditutup menggunakan lem pipa,” tambahnya.
Pelaku mendapatkan sari vodka dari Kota Jogja. Pelaku mendapatkan sari vodka dalam bentuk bubuk atau pun berbentuk gula batu. “Satu botol dijual Rp 15.000 sampai Rp 20.000,” terang Agus.
Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan, untuk para penjual miras yang terjaring razia ini dikenai sanksi tindak pidana ringan. “Tidak hanya Polres Sleman saja, seluruh jajaran juga melakukan razia rutin,” kata Ihsan. (fid/din/ong)

Sleman