Penasihat Hukum PT Nonbar Laporkan Istijab ke Polda DIJ

JOGJA – PT Nonbar melalui penasihat hukumnya melapor-kan GM Grand Quality Hotel Istidjab M Danunagoro ke Polda DIJ atas dugaan melakukan le-galisasi tayangan Piala Dunia 2014. Istidjab yang juga sebagai ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ dinilai tidak akomodatif terkait somasi yang pernah dilayangkan sebelumnya oleh PT Nonbar. Penasihat hukum PT Nonbar Wahyu Priyanka mengatakan, Istidjab dilaporkan sebagai GM Grand Quality Hotel dalam du-gaannya melakukan pelanggaran ilegalisasi tayangan Diala Dunia 2014. Selain Istijab, juga ada 16 hotel yang dilaporkan ke Polda DIJ. “Pak Istidjab selaku GM hotel, kami laporkan ke Polda DIJ ka-rena sudah melanggar apa yang sudah disosialisasikan klien kami,” kata Wahyu, kemarin (3/10).
Sebelum Istidjab dilaporkan, sempat meminta keringanan harga ke PT Nonbar. Itu dilakukan usai dilayangkan somasi. Selain itu, terlapor juga meminta agar persoalan ini tidak dipublikasikan dan masuk ke ranah hukum. Pi-haknya menegaskan, permin-taan terlapor ada bukti nyata yang masih tersimpan oleh PT Nonbar. “Terlapor intinya minta nego-siasi jangan dilaporkan. Ia mengajukan surat resmi minta keringanan harga. Karena harga sudah sesuai dengan pusat, akhir-nya tidak dikabulkan oleh PT Nonbar,” jelasnya.
Menurutnya, Istidjab selaku Ketua PHRI DIJ tidak menunju-kan itikad yang baik. Apalagi dia sempat memberikan keterangan yang tidak sesuai kepada publik melalui media. Hal ini sangat disayangkan, sebab sebelumnya PT Nonbar melalui PH nya ber-upaya agar persoalan ini disele-saikan secara kepala dingin. “Seharusnya mereka sadar, ke-tika tidak ada lisensi, tidak di-tayangkan. Sehingga siapapun yang akan mengecek, tidak ada tayangan itu,” tambahnya.
Kepala Regional DIJ-Jateng PT Nonbar, Tubagus Aria menam-bahkan, pihaknya secara nyata telah melakukan sosialisasi ke-pada hotel dan restoran melalui PHRI DIJ sebagai payung pela-ku usaha. Ada bukti yang ter-simpan, mulai dari sosialisasi, negosiasi, sampai pada pembe-ritahuan harga. “Semua sudah kami lakukan sesuai prosedur. Upaya diselesaikan baik-baik juga sudah. Tetapi tidak ada iti-kad baik,” ujarnya.
Selain Grand Quality, empat hotel juga dilaporkan ke Polda DIJ, yakni Atrium Premier, Ma-lioboro Palace, Grage Ramaya-na I, dan Grage Ramayana II.Istidjab M Danunagoro menye-rahkan sepenuhnya kasus ini ke kuasa hukum PHRI DIJ. Ia kem-bali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan kegia-tan seperti yang telah disebutkan dalam somasi yang dilayangkan PT Nonbar. “Saya serahkan ke penasihat hukum PHRI DIJ un-tuk meluruskan persoalan ini,” jelasnya. (fid/din/ty)

Sleman