Dispertahut Sarankan Dikarantina Lebih Dulu

PIYUNGAN – Warga Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyung-an, tetap akan memanfaatkan sapi-sapi yang dilepasliarkan di tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan pada Hari Raya Idul Adha nanti. Me-skipun Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) telah mewanti-wanti sapi-sapi pemakan sampah itu rentan terhadap penyakit.Ketua RT 03 Dusun Ngablak Dar-wanto mengatakan, harga sapi pema-kan sampah relatif jauh lebih murah. Pembeli dapat membawa pulang seekor sapi yang relatif lebih gemuk cukup dengan mengeluarkan uang Rp 15 juta.
“Sapi di pasaran dengan harga yang sama selisih beratnya mungkin bisa mencapai 1 kuintal dengan yang ada di TPA,” terang Darwanto ke-marin (27/9).Darwanto menyebutkan, di Dusun Ngablak ada lima RT. Kemungkinan yang memanfaatkan sapi pemakan sampah dari TPA Piyungan saat Ha-ri Raya Kurban nanti ada dua RT.Berkaca pada Hari Raya Kurban sebelumnya, sapi pemakan sampah aman dikonsumsi. Meski demikian, Dispertahut kala itu tetap melakukan pemeriksaan. “Justru sapi-sapi dari luar yang berpenyakit seperti terkena cacing hati,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dis-pertahut Witanta menyarankan agar sapi pemakan sampah dikarantina terlebih dahulu sebelum disembelih. Itu untuk menghilangkan kandungan logam dalam daging sapi. “Dikaran-tina hingga tiga bulan dengan diberi pakan rumput,” terangnya.Dari pantauan Dispertahut, kata Witanta, belum ditemukan sapi yang berpenyakit. Sapi-sapi yang diperju-albelikan untuk keperluan kurban relatif aman. (zam/laz/gp)

Sleman